2020-10-23 |  Super Skor

Wartawan Tribunnews.com Jakarta Abdul Majid (Abdul Majid) melaporkan-Guna mendukung kualitas pemain muda, Asosiasi Pelatih Sepak Bola Indonesia (APSSI) juga mengusulkan untuk mengundang pemain di bawah usia 19 tahun ke La Liga pada 2020. Di PSSI .

Seperti yang kita ketahui bersama, salah satu alasan comeback Ligue 1 adalah untuk mempersiapkan pemain Indonesia mengikuti Piala Dunia U-20 2021.

Imran Nahumaluri, asisten pelatih PSIS Semarang, menyambut baik usulan tersebut. -Baca: Persoalan Kontroversial PSSI dengan Mantan Tasija Jakarta ShinTae-yong: Cuma Kesalahan Komunikasi

Baca: Tiga keputusan PSSI Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong dinilai aneh

Baca: Merasa ada yang tidak beres Shin Tae-yog tidak mencapai kesepakatan dengan PSSI dan berbicara tentang mudik tanpa izin Indra Sjafri – tetapi dia menegaskan bahwa rekonsiliasi bukan satu-satunya syarat-hanya bermain beberapa menit pada pemain muda dan digantikan oleh pemain senior lagi. . – “Ya, itu adalah Juan-nya untuk memberi pemain muda waktu terbang berjam-jam.” Ciptakan Piala Dunia. Saya pernah mengikuti kompetisi sebelumnya, tapi jangan dijadikan syarat, “Saat dihubungi Tribunnews, Jumat (19/6/2020), kata Imran.

” Tapi aturannya harus jelas, bukan hanya syarat APSSI kata Jangan tertipu. APSSI menyatakan, harus lebih banyak lagi pemain muda yang berpartisipasi, terutama karena tidak ada penurunan peringkat dalam kompetisi ini. Karena itu, saya setuju (mengoptimalkan pemain muda Liga 1 2020) “, lanjutnya. Di Ligue 1, Indonesia kini kekurangan pemain di posisi ofensif seperti Boas Salosa dan Bambang Pamungkas.

” Kami akui sekarang, masih Banyak pemain yang menempati posisi sayap dan gelandang, namun posisi ofensif sangat kurang pada posisi tersebut, terutama yang ditempatkan di posisi ini, namun tidak banyak yang kalah dari pemain asing.Hal inilah yang membuat kami tidak lagi menyukai Bepe ( Bambang Pamungkas), alasan munculnya penyerang seperti Boas Salosa, pungkasnya.

Tinggalkan Balasan