2020-07-09 |  Super Skor

WARTAKOTALIVE.COM reporter Rafsanzani Simanjorang

TRIBUNNEWS.COM, Tangerang- “Saya ingin menjadi pemain sepak bola seperti paman saya Ronaldo Luis Nazario de Lima,” Muhammad Kamis (6/4/2020) Diego Aslan berkata Alfathi

) Diego memenangkan kompetisi 1100 rekor juggling dalam 10 menit

meskipun Diego terkenal dengan kemampuannya mencetak gol, tetapi Ia lahir di Jakarta pada 18 November 2010 dan rupanya bermimpi menjadi pemain sepakbola profesional. Siswa kelas tiga SDN 08 Karang Tengah Tangerang Selatan ini bertekad untuk mengikuti jejak pemain idolanya Ronaldo de Lima.

Ronaldo telah menjadi pemain terkemuka dari tahun 1990 hingga 2010. Lebih populer daripada superstar Juventus dan Cristiano Ronaldo dari tim nasional Portugal. Jadi, di mana Diego bisa belajar tentang kinerja Ronaldo?

Karena Ronaldo (Cronaro) (1993-1994), Eindhoven (1994-1996), Barcelona (1996-1997), Inter Milan (1997-2002), Real Madrid (2002-2007) , AC Milan (2007- (2008) dan Corinthians (2009-2011) tidak berhasil pada usia anak seusia Diego.

Dia mengklaim bahwa ayahnya Syafrianto sering menunjukkan kinerja Ronaldo melalui video YouTube. Diego segera jatuh cinta.

Safriando membantu putranya menjadi pemain sepak bola profesional. Dia sekarang mengirim anak itu ke SSB Palapa di Joglo, Jakarta Barat.

“Saya senang dia pandai juggling, tapi saya harap Dia bisa menjadi atlet profesional, bukan atlet bayaran. Mempelajari juggling sudah cukup bagi Syafrianto untuk mengatakan: “Perasaan disatukan dengan bola sehingga dia bisa mengendalikan bola dengan baik.”

Berbicara tentang prestasi, Diego mulai mencari Talent yang diprakarsai oleh stasiun TV swasta “Super 10 Indonesia”. Pada tahun 2019. Pada tahun yang sama, atlet nomor 9 yang antusias bergabung dengan tim Liga Pemuda Indonesia All-Star.

Tidak hanya itu, Diego juga telah menjadi pemain sepak bola di Filipina Makati Atlet Indonesia dilatih oleh Akademi. Pada bulan Desember tahun lalu, ia memperkuat tim U-9 dan U-10 Junior dalam kejuaraan “Bangkok 7S”.

Tinggalkan Balasan