2020-10-18 |  Super Skor

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM, WARTAKOTALIVE.COM reporter Rafsanzani Simanjorang (Rafsanzani Simanjorang) melaporkan-Dalam sepak bola, suporter memberi selamat kepada timnya saat menang, dan mencemarkan nama baik tim saat menang. Bukan hal baru. Mereka mengalami kekalahan. Di usianya yang menginjak 19 tahun, kini Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri juga mengakui hal itu sering terjadi.

Baca: Persatuan Itu Konsep Sepak Bola. Kata Orang Indra Jaffrey

Bahkan Ia sendiri pernah mengalami hal yang sama. Bertahun-tahun lalu, Ia aktif membimbing Timnas Indonesia U-16 dan U -19 Tim Muda.

“Setiap pelatih atau tim pasti mendapat tekanan dari suporter, dan tekanan untuk menang adalah bagian darinya. Setiap pelatih harus bisa mengendalikan kondisi ini dan mengubah timnya,” Jumat (06/05/06) 2020) kata.

Kemudian dia menjelaskan bahwa situasi stres bukanlah tugas yang mudah bagi sang pelatih, juga bukan hal yang sulit.

Baca: Kompetisi Ligue 1 2020, lanjutkan September, ini dia Henau A. mengatakan di Bayauw

Indra Sjafri bahwa prestasi ini akan membayar harga senonoh yang akan datang. Sukses adalah cara untuk mengatasi stres.

Setiap pelatih dan tim harus memperlakukan timnya dengan jujur ​​dan rasional. Ini juga bisa digunakan sebagai cara untuk mengontrol suporter yang hanya ingin memenangkan tim.

Namun, satu hal yang tidak masuk akal, jika tekanan dari suporter mengarah pada teknis tim. tim sepakbola.

“Tentunya setiap pelatih di dunia kepelatihan tidak menginginkan suporter. Ini tabu. Suporter tidak bisa mengatur komposisi pemain sesuai keinginannya. Secara pribadi, saya tidak akan membuktikannya. Dia menekankan.

Menurutnya, yang mengetahui kondisi teknis tim adalah pelatih, dan pelatih bertanggung jawab untuk mencapai prestasi.

Tinggalkan Balasan