2020-08-16 |  Super Skor

TRIBUNNEWS.COM-Pandemi virus corona sedang mengubah wajah dunia dan memengaruhi semua aspek kehidupan, termasuk sepak bola, dan sepak bola juga terpengaruh. Permainan dihentikan dan latihan untuk tim dibatalkan.

Para pemain hanya menerima rencana pelatihan dari pelatih di luar rumah mereka.

Jangan Lupa Kebijakan Pembayaran Gaji Telah Berubah .

Baca: Membantu Memperbaiki Semen dan Pasir, Jandia Eka Putra Nibia Menjadi Builder Saat Libur Liga Pertama

Baca: Suka dan Duka Jandia Eka Putra dan PSIS Semarang: Setelah itu, Anda harus memanfaatkan semuanya

Pemain hanya bisa mendapatkan keuntungan hingga 25% selama masa darurat . Karenanya, palang pintu PSS Sleman Asyraq Gufron Ramadhan tak hanya bersedih dengan situasi tersebut.

Gufron memilih untuk memanfaatkan kesempatan itu daripada mengeluh. Salah satunya adalah bisnis memasak sebuah restoran di kampung halamannya di Surabaya.

Baca: Bhayangkara FC Terus Tolak Ligue 1 2020, Sebaliknya Saddil Ramdani

Mantan Advokat L Persis Ungkap Ide Karena Ibunya Jago Masak.

“Gumelon berkata:” Ibu, dia pandai memasak dan makanan instan yang sangat enak. Dia sudah dikenal oleh banyak orang, jadi tidak salah bagi saya untuk membuka warung makan di rumah sesering mungkin.

Tinggalkan Balasan