2020-08-13 |  Super Skor

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Akibat virus Corona (Covid-19), Liga Sepak Bola Indonesia mengalami stagnasi sehingga banyak klub yang gagal menghormati hak-hak pemainnya.

X Panitia DPR RI juga meminta agar PSSI melindungi hak dan masa depan pemain sepak bola Indonesia.

“Kami berharap stagnasi pertandingan sepak bola tidak akan mengakhiri nasib para pemain. Hak-hak mereka harus jelas, dan mereka telah menandatangani kontrak dengan klub.” X Syaiful Huda Committee dan atlet virtual, Rabu (4/8/2020) Pada audiensi publik. Ketua -PSSI Mochamad Iriawan, pemain bulu tangkis Kevin Sanjaya, perwakilan angkat besi Eko Yuli Irawan dan Yayuk Basuki menghadiri audiensi publik sebagai praktisi olahraga. Pandangan pemangku kepentingan olahraga tentang pengelolaan cabang olahraga selama pandemi Covid-19.

Ia mengatakan, PSSI memang sudah mengeluarkan pemberitahuan kepada klub-klub peserta di liga pertama dan kedua mulai 27 Maret 2020. Salah satu poin utamanya adalah klub harus terus membayar gaji tertinggi kepada para pemain. 25% dari kesepakatan yang ditetapkan dalam kontrak selama kompetisi.

Namun, di bidang banyak keputusan ini, kami telah menerima protes dari para pemain. Dia berkata: “Beberapa klub hanya membayar 10% dari gaji mereka, yang mengganggu pemain. Situasi ini harus diselesaikan oleh pemerintah, karena pemain juga memiliki keluarga.” Klub dapat mengundang asosiasi pemain untuk duduk dan membahas masalah ini.

Selain itu, jika pertandingan sepak bola 2020 ditunda hanya karena Anda tidak tahu kapan pandemi Covid -19 akan berakhir, berikan pidato. Untuk para pemain, jangan biarkan mereka default dan diabaikan begitu saja.

Tinggalkan Balasan