2020-08-05 |  Super Skor

Reporter Jakarta Tribunnews.com Abdul Majid (Abdul Majid) melaporkan – dokter klub Bhayangkara FC Muhammad Yusuf Zulfikar mengatakan bahwa perjanjian kesehatan untuk tim nasional di bawah 19 dan orang tua di Indonesia juga sangat cocok untuk digunakan di klub Ligue 1. — Seperti yang kita semua tahu, anggota tim nasional yang akan menerima pelatihan TC di Stadion Madya pertama kali menerima tiga tes sampel dan dikarantina di Fairmont Hotel di Jakarta selama lebih dari seminggu.

“Jika saya pikir memang memang demikian (tim nasional) protapnya, karena mereka berkumpul di berbagai daerah. Saya tidak tahu kegiatan mereka,” kata Yusuf saat dihubungi Tribunnews, Kamis (30 Juli 2020).

Untuk ini, ia juga ingin menerapkan perjanjian kesehatan di Bhayangkara FC. Klub itu, terus menyebut tim nasional, “lanjutnya.

Selain itu, pria yang lahir di Kepulauan Bangka di Sulawesi Tengah ini telah menggunakan tes usap yang sangat akurat untuk mengevaluasi ujian Covid-19. Sebaliknya, tes cepat.

Baca: Ilham Jaya Kusuma berhasil menjadi pemain sepak bola pada zamannya

Tapi untuk klub Ligue 1 dan Bhayangkara FC, tantangan lain adalah Untuk menjadi anggota tim nasional Indonesia. — Untuk tujuan ini, ia akan membahas masalah yang berkaitan dengan pelaksanaan perjanjian sanitasi dengan manajemen Bhayangkara FC.

Baca: Edo Firmansyah Kompak dan Taufik Febriyanto,

– — Jadi ketika kita bertemu lagi, kita harus menggunakan kapas. Penyeka kapas standar tidak terlalu cepat. “” Kata Joseph.

“B, tim nasional, mereka diisolasi di sebuah hotel bersama dan dilatih bersama. Mereka tidak pulang, tetapi kami memiliki ini yang akan saya diskusikan dengan manajemen. Cara menguranginya, “pungkasnya.

Tinggalkan Balasan