2020-07-31 |  Super Skor

Laporan oleh TribunJakarta.com reporter Wahyu Septiana-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM – Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) berencana untuk mempertahankan posisi tegas dalam kasus hukum yang dipimpin oleh anggota tim nasional Indonesia Saddil Ramdani. -Mengambil tindakan tegas terhadap kasus hukum terhadap anggota tim nasional Indonesia sehingga semua pihak dapat menghindari batu sandungan untuk kasus serupa.

Jika fakta terbukti benar, PSSI tidak ingin membuat kecaman yang kuat dan mengundang pihak berwenang untuk menanganinya sesuai dengan hukum yang berlaku. — Presiden PSSI Mochamad Iriawan telah menjelaskan bahwa partainya tidak akan memberikan siapa pun hak istimewa tentang apa yang sedang terjadi.

Sebagai pemain tim nasional Indonesia, ini harus menjadi panutan dan panutan bagi pemain lain.

“Selain itu, para pemain tim nasional harus menjadi panutan dan panutan bagi pemain lain. Pemain sepakbola dan masyarakat luas,” kata Iriawan dalam siaran persnya, Sabtu (4/4/2020).

Laki-laki saya bernama Iwan Bule mengungkapkan prinsip kesetaraan. Sebelum hukum berlaku untuk semua warga negara Indonesia (WNI).

Ini didasarkan pada Pasal 27 UUD 1945, yang membaca status semua warga negara dalam hukum dan pemerintahan pada saat yang sama, dan harus menghormati hukum dan hak asasi manusia. Pemerintah tidak terkecuali.

Selain itu, jika Saddil Ramdani dinyatakan bersalah, PSSI juga enggan melaporkan kasus tersebut ke Komite Disiplin (Komdis). Standar yang ada dalam sepakbola. Mantan Komisioner Kepolisian Daerah Jawa Barat itu mengatakan: “Saya juga bisa merujuk kasus ini ke Komite Disiplin PSSI (Komdis).” Sudah diketahui bahwa pemain utama Bhayangakara FC diduga melakukan perilaku kekerasan, dan identitasnya ditentukan sebagai tersangka. Penganiayaan terjadi di Kendari di selatan, dari Sulawesi.

Tinggalkan Balasan