2020-07-28 |  Super Skor

Laporan oleh Abdul Majid, seorang jurnalis dari Tribunnews.com di Jakarta-Bhayangkara FC pemain Teuku Muhammad Ichsan menggambarkan perlakuan tidak menyenangkan yang dia dan keluarganya terima karena pandemi virus koronal.

Kita tahu bahwa para pemain Bhayangkara FC memang kembali ke rumah mereka setelah 19 tes bersama di Mess Bhayangkara FC di Jakarta pada Kamis (2020/30/2020).

Setelah mengikuti tes, gelandang segera kembali ke kampung halamannya di Aceh (Bireun). Namun, ketika dia hadir, pemuda 22 tahun itu sebenarnya dirugikan oleh lingkungan keluarga. asal. Tersangka covid-19 transporter.

“Yishan baru saja kembali ke sini, dan Yishan hampir berisik dengan tetangga Yishan. Mereka rasis. Jadi siapa yang mendapatkannya. Orang tua Yishan duduk di sana, orang-orang bergerak. Hmm , Siapa yang akan mencobanya, “kata Yishan kepada Tribunnews, Selasa (31/3/2020).

Selain itu, Yishan mengatakan bahwa pernyataan tentang dia dan keluarganya tidak pantas. “Hanya, oke. Untungnya, ini tidak menjadi masalah karena orang mengatakan mereka salah paham. Jika saya tidak pergi, itu berbeda. Saya baru saja kembali dari Jakarta untuk terus menjaga diri saya sendiri. Tetapi sekarang saatnya bagi saya Anggota keluarga Ichsan berkata.

Pagi ini, ulasan Covid-19 tentang pemain, staf dan pejabat Bhayangkara FC keluar.

Ichsan mengatakan dia bersyukur karena pemain, staf dan pejabat Bhayangkara FC tidak terinfeksi. Virus Corona.

“Alhamdulillah, hasilnya semua negatif. Nah, itu sebabnya saya juga mendapat hasil, jadi jangan biarkan keluarga saya mengatakan ini berulang, “katanya.

Tinggalkan Balasan