2020-07-27 |  Super Skor

Laporan dari Abdul Majid, seorang jurnalis dari Tribunnews.com di Jakarta-Sejak Ligue 1 ditangguhkan karena pandemi Covid-19, pemain sepak bola segera dipulangkan. Seperti pemain PSIS di Semarang. – Meskipun demikian, asisten pelatih SIEP Semarang Imran Nahumarury tidak hanya membiarkan anak-anaknya diasuh. -Dia juga menyelenggarakan pelatihan proyek di rumah dan memberikan pelatihan setiap minggu.

Bahkan jujur, pemain harus mencatat berat badan mereka sebelum kembali ke rumah mereka.

“Dari liburan, kami tidak akan membuka program setiap minggu. Oleh karena itu, setiap dua minggu, kami akan memodifikasi program sesuai dengan situasi para pemain, karena kami tidak tahu bahwa pemain di daerah itu tidak dapat berlatih program. , “Kata Imran saat menghubungi Tribunnews, Senin (5/11/2020).

“Kami punya cara lain untuk melihat pemain. Sebelum lepas landas, kami menimbang dulu. Ketika kami kembali, kami menimbang lagi. Di sini, karena lemak dan berat yang terlihat, apakah itu dalam kondisi baik. Jika ini terjadi (kenaikan berat badan), denda harus dikenakan.Selain itu, bahkan mantan pemain Persija (Persija) mendorong pemainnya untuk rajin atau disiplin untuk menjaga kondisi fisik mereka, bahkan jika liga sedang berlibur. Ini hari libur, seperti kondisi fisik mereka. Dengan seorang pemain bola luar ruangan memandang ke cermin, mereka tahu pada saat itu, kapan mereka dapat menjaga kondisi fisik mereka saat berlibur, “kata Imran.

“Saya ingin menunjukkan bahwa jika Anda ingin menjadi pemain terkasih musim depan, apakah Anda ingin dipertahankan musim depan, jika Anda mau, Anda harus bekerja keras,” katanya.

Tinggalkan Balasan