2020-07-08 |  Super Skor

TRIBUNNEWS.COM di Yogyakarta .Dalam nasib permainan, karena pandemi virus korona, permainan ini gagal mendapatkan perhatian yang layak.Pelatih lokal tampaknya kurang dihormati daripada pelatih asing.

Bonggo Pribadi, asisten pelatih PSIM di Yogyakarta, mengungkapkan hal ini.

Menurutnya, pelatih lokal memiliki potensi besar

Tapi, potensi besar pelatih lokal masih dimaksimalkan.

Baca: Untuk membantu mengangkat semen dan pasir, Jandia Eka Putra Nyambi menjadi pria Tukang selama Holiday League 1.

Baca: PSSI kembali untuk mengadakan pertemuan virtual, dan Ligue 1 dan kelanjutan Ligue 2 belum ditentukan

Buktikan bahwa ada banyak pelatih lokal di Indonesia.

Namun, hampir setengah dari klub yang melamar Ligue 1 2020 mempercayakan posisi tafsir taktis kepada pelatih asing. Hanya 10 tim yang menggunakan layanan pelatih lokal. Di kompetisi tingkat kedua, pelatih lokal memperoleh lebih banyak saham. Meskipun demikian, masih ada klub yang mempercayakan posisi penting ini kepada ahli taktik asing.

“Dalam hal pelatih lokal, kami terkadang merasa sedih dan sedih. Kami mengundang semua pelatih lokal untuk meningkatkan lisensi mereka dan mengambil kursus dengan biaya relatif, sehingga mahal harganya mahal,” kata Bonggo Pribadi.

Baca: Jandia Eka Putra dan PSIS Semarang Mourning: Tetapi kita harus menggunakannya

Baca: Dengan dukungan para pendukung PSIM Jogja, Raymond Tauntu berharap dapat memberikan yang terbaik untuk tim-dari bursa Dari perspektif, pelatih lokal perlu berbuat lebih baik, jadi pahami karakteristik dan budaya sepakbola Indonesia.

Tinggalkan Balasan