2020-07-21 |  Super Skor

TRIBUNNEWS.COM-Di Ligue 1, Klub Sepakbola Indonesia menghentikan pelatihan dan persiapan lainnya karena prevalensi coronavirus.

Untuk pemain yang memilih untuk pulang dan bersatu kembali dengan keluarga mereka, ada banyak. Klub selalu mempertahankan kondisi fisik atlet dengan menyelenggarakan pelatihan pribadi, sehingga memberi tanggung jawab kepada atlet.

Baca: CEO PSIS Semarang menjamin bahwa upah pemain akan dibayarkan meskipun Liga 1 Liga ditunda pada tahun 2020 Klub-klub sepakbola Blockade-Indonesia memiliki kebijakan yang berbeda-beda, beberapa kursus pelatihan dimonitor melalui rekaman video, seperti Arema FC, Persib dan Persik Kediri.

Beberapa juga berkomunikasi melalui aplikasi Whatsapp, tetapi masih melakukan komunikasi video melalui PSIS Semarang .

“Tim pelatihan tentu saja dapat memantau pemain dengan sangat baik. Sejauh ini, para pemain terlatih dengan baik karena kami bertanya kepada mereka Video latihan dikirim secara independen di rumah melalui tim yang kami buat, “kata Wahyu Winarto, manajer umum, dikutip oleh Tribun Jawa Tengah mengutip kilogram PSIS Semarang – jika ini terjadi, para pemain yang bersangkutan harus membayar denda.

Manajemen PSIS Semarang juga memperingatkan pemain untuk mempertahankan gaya hidup sehat dan bersih.

“Jika ada pemain yang melanggar aturan, kami pasti akan menghukum mereka. Kami berharap semua pemain mematuhi aturan ini untuk melindungi kesehatan dan kebugaran pemain”, kata pria itu, sering disebut sebagai Liluk.

Tinggalkan Balasan