2020-07-08 |  Super Skor

Abdul Majid, seorang jurnalis dari Tribunnews.com di Jakarta, melaporkan bahwa kiper Muhammad Hargianto dari Jakarta Bayankara Football Club menggambarkan pengalaman awalnya sebagai gelandang atau gelandang. Bergabung dengan tim SSB dan berpartisipasi dalam Liga Regional U-12 Danone Jakarta.

Karena itu, Hargianto termuda di klubnya bahkan tidak memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam banyak pertandingan.

Setahun kemudian, dia kembali ke Liga Danone. Dari sana, ia mulai bermain sebagai gelandang.

Baca: PON 2020 Papua ditunda, bonus atlet pulang ke rumah: Angkat Deni Lucky diselamatkan

Baca: Untuk pertama kali ditemukan, Roy Geurts tidak memahami kisah penyanyi terkenal Dream Danduth-Read: Ketupat Dalam 8 hari operasi, polisi mengangkut 21.000 kendaraan bolak-balik – “Ketika saya masih sangat muda, saya mencoba penyerang, sayap, gelandang. Nah, ketika Danone berada di SSB, saya sudah berpartisipasi dalam kompetisi, awalnya berusia 9 tahun Itu ada di sayap, tahun depan, saya akan bergabung dengan midstream Danone, “, Hargianto mengatakan dalam kontak dengan Tribunnews, Sabtu (5/5/2020). Kata pelatih. Saya lebih suka Anda bermain di lini tengah. Saya tidak tahu alasannya, karena masih sangat kecil, jadi bisa. Setelah itu, dia suka bermain di tengah, jadi dia tetap bertahan sampai sekarang, “lanjutnya .— Seperti yang diketahui semua orang, peran Hargiantto sebagai gelandang bertahan berhasil memimpin tim nasional U-19 untuk memenangkan 2013 Piala AFF.

Tidak hanya itu, semangat gigihnya di lini tengah juga membuat Luis Milla (Luis Milla) bersinar, dan terpilih untuk Timans 2018 Asian Games U-23 .

Sekarang Pada usia 23, ia masih memperkuat Bayankara Football Club dan bertekad untuk membawa Bhayangkara FC kembali ke kejuaraan Ligue 1.

Tinggalkan Balasan