2020-12-25 |  Super Skor

Reporter Tribunnews.com Jakarta Abdul Majid melaporkan-Meski tidak memiliki basis penggemar seperti klub Liga 1 lainnya, Bhayangkara FC sebenarnya memiliki beberapa penggemar sungguhan yang berada di bawah belas kasihan keluarga polisi. Ali Reza, Sales and Marketing Director Bhayangkara FC, mengatakan banyak petugas non-polisi yang tertarik dengan jersey Bhayangkara FC.

Tahun ini, ia juga menyampaikan bahwa permintaan jersey Bhayangkara FC mengalami peningkatan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Namun karena pandemi Covid-19, pasokan barang menjadi terbatas.

Baca: Baju dan jersey Bhayangkara FC 2020 banyak yang diburu kolektor

Di musim ini Bhayangkara FC berencana membuka toko offline, karena sampai saat ini masih bergantung pada penjualan online.

“Musim ini sebaiknya kita buka toko offline di dekat stadion, karena kita lihat pasarnya juga bagus.” PTIK itu kampus, anak-anak di kampus suka belanja, apalagi kalau mau kembali ke daerah masing-masing. Supaya bisa beli dulu, ”kata Tribunnews bersama Ali Reza, Rabu (2 September 2020). — Namun, rencananya dibatasi oleh pandemi Covid-19, sehingga pasokannya sedikit. Begitu keadaan kembali normal, Bhayangkara FC segera melaksanakan rencana tersebut. “Bahkan, akibat situasi ini, rencana kami, terutama di bidang komersial dan media, sampai batas tertentu terhambat. Ia mengumumkan. Dijelaskan, karena kami bekerjasama dengan pakaian lokal, harganya cukup terjangkau.

Saat ini belanja masih dilakukan secara online di Instagram resmi Bhayangkara FC atau website Bhayangkara FC. Tidak terlalu mahal, tarifnya 300. Untuk 400.000, yang paling mahal sekitar 400.000. Ini sudah jadi jersey pemain dan masalah pemain. Tapi sesuai urutan, apakah akan menggunakan sekumpulan nama, “ujarnya.

Tinggalkan Balasan