2020-12-16 |  Super Skor

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Dengan wabah Covid-19 yang tidak dapat diprediksi dan vaksin yang belum ditemukan, diperlukan langkah-langkah strategis untuk memulihkan seluruh aspek kehidupan bangsa.

Termasuk sepakbola, ini bisa memberikan gambaran sekilas tentang kehidupan masyarakat Indonesia. -Dalam permainan sepak bola, interaksi, kerjasama, kompetisi, kegembiraan dan bahkan kesedihan semuanya tercermin dalam permainan 90 menit. -Football adalah cara paling efektif untuk memulihkan negara psikologis dan sosial budaya pasca pandemi dalam proses beradaptasi dengan standar baru. — “Covid-19 membantu persepakbolaan Indonesia memasuki era baru. Jika sektor budaya dirangsang untuk merevitalisasi diri pasca pandemi, sepak bola juga harus diperhatikan. Karena sepak bola melibatkan banyak bidang. Ekonomi, masyarakat dan budaya. Dari makro dan mikro Sudut. Dari golongan yang kurang beruntung menjadi orang biasa, ”kata Akmal Marhali, Koordinator Save Our Football, yang mengikuti“ webinar acara ”yang diselenggarakan oleh Institut Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia. Masyarakat dan Riset (LPEM FEB UI) dan Lembaga Kajian Strategis dan Global Universitas Indonesia (SKSG UI) Program Riset Riset Regional Eropa, Kamis, 11 Juni 2020. -Selain menerapkan kesepakatan kesehatan, langkah stimulus pemerintah juga dapat berupa pemeriksaan dan tes cepat sebelum dan sesudah pertandingan; kehidupan ekonomi di sekitar stadion dan tujuan kesehatan yang jelas dan tegas. g kena Covid-19, “kata Akmal. Perubahan mendasar harus dilakukan, diantaranya pembenahan tata kelola persepakbolaan nasional agar lebih sehat, lebih kompetitif, lebih profesional, dan lebih khusyuk. Mengenai akselerasi sepak bola nasional 2019 Instruksi Presiden No.3 harus dijadikan jangkar. Kita butuh komitmen bersama bahwa sepak bola adalah harapan kita, bukan pekerjaan kita (sepak bola adalah harapan kita, bukan proyek kita) “, dibawakan oleh tuan rumah Tio Nugroho Seminar virtual ini juga menghadirkan pembicara, antara lain Ketua PSSI Komjen Pol (Pur) Duta Besar RI untuk Jerman H. Mochammad Iriawan, Kasatgas Anti Mafia Sepakbola Brigjen Dr. Arif Havas Oegroseno, UI Strategy and Global Studies Institute European Research Program Leader. Hendro Pandowo Henny Saptatia Drajati Nugrahani, Komite X DPR RI Ir. Dr. Hetifah Sjaifudian, dan Ponaryo Astaman, Direktur Jenderal Asosiasi Sepak Bola Profesional Indonesia (APPI).

Tinggalkan Balasan