2020-11-30 |  Super Skor

Reporter TribunnewsBogor.com Laporan Yudistira Wanne-TRIBUNNEWS.COM, CITEUREUP-Berlanjutnya pelaksanaan tarik-menarik Ligue 1 2020 membuat semua pihak yang terlibat di sepakbola merasa resah dan gugup. Tak terkecuali Syahrul Trisna Fadillah.

Penjaga gawang Persikabo tahun 1973 ini mengaku bingung dengan implementasi teknis dan kondisi pertandingan sepak bola. Di Indonesia. Sejak penangkapannya pada pertengahan Maret lalu.

Namun, karena polisi tidak mendapat izin dari massa, pelaksanaan rencana tersebut ditunda lagi, mengingat banyaknya Covid-19 yang tersebar di tanah air. Semua pihak yang kalah mengatakan bahwa Syahrul Trisna Fadillah

Baru-baru ini PSSI, PT La Liga Indonesia Baru (LIB) mengadakan pertemuan dengan seluruh tim di Rieger 2020, dan akhirnya mencapai kesepakatan bahwa pertandingan tersebut akan digelar pada November mendatang. Para pemain sepak bola terus bermain di jalan buntu. Karena polisi mungkin menyebarkan Covid-19 dan konflik dengan pilkada serentak, izin keramaian belum dikeluarkan.

Syahrul punya cara sendiri untuk bergerak maju menanggapi belum jelasnya implementasi “La Liga 12020”. Bersabarlah, apalagi aktif memikirkan kegiatan sepak bola. Hal tersebut akan terus dicapai pada tahun 2020.

“Cara mengatasi ketidakpastian implementasi adalah dengan bersabar dulu. Penting untuk meyakini bahwa rencana Allah SWT mutlak yang terbaik, dan terus berdoa untuk yang terbaik” TribunnewsBogor.com, Rabu (21/10) / 2020).

“Melalui doa, semoga kegiatan sepak bola di tahun 2020 terus berlanjut, apapun bentuk dan bentuknya”, imbuhnya. Sementara itu, Syahrul menilai situasi saat ini adalah situasi yang paling tepat, dan situasi saat ini adalah mengatur sepakbola dalam bentuk kejuaraan.

“Idealnya sebuah kejuaraan, karena jika pertandingan berlangsung singkat. Dia berkata:” Ini sepertinya bukan jadwal yang sangat sibuk. Saat ini, turnamen mungkin menjadi solusi yang sibuk. “

Tinggalkan Balasan