2020-11-10 |  Super Skor

TRIBUNNEWS.COM-Kisah legenda sepak bola Indonesia Kurniawan Dwi Yulianto bisa dijadikan inspirasi.

Pemain kelahiran Magelang sebenarnya ingin mundur dari Skin Tour. –Namun, keinginan ini diblokir oleh ibuku tersayang.

Dwi Yulianto, ibunda Cunhawan, menginspirasi anaknya untuk terus bermain bola hingga benar-benar bisa membuktikan kualitasnya. Karirnya di Eropa — Baca: Saran Kurniawan Dwi Yulianto Kepada Pemain Garuda Pilih: Ya Tidak Mungkin

Di tahun 1995, Kurniawan Dwi mengalami perlambatan setelah hengkang dari Eropa .

Di Eropa, klub yang dibela oleh laki-laki. Saat ini, Tim Sepakbola Sabah terdiri dari FC Luzern (Swiss) dan Sampdoria (Italia).

Kurniawan tidak dapat memungkiri bahwa usia pada saat itu dengan mudah membuat banyak pemberitaan menjadi tidak tenang. Menurut siaran pers yang diterima Tribunnews.com, Jumat (6/6/2020), Courniwan Devi Ullianto mengatakan: “Saya kembali ke Indonesia saat berusia 20 tahun, alih-alih menulis cerpen. Ini seperti dipukuli. “—” Aku bahkan punya waktu untuk memberi tahu orang tuaku bahwa aku harus berhenti bermain sepak bola. “

Namun, peran ibu adalah memberikan motivasi, dukungan, dan dorongan untuk putranya.

Tinggalkan Balasan