2020-11-09 |  Super Skor

TRIBUNNEWS.COM-Pemain Persib Bandung merespons berbeda kebijakan PSSI menurunkan gaji pemain dan pelatih Liga 1 hingga 50% menjadi 60% pada 2020. Kebijakan ini diatur dalam SK PSSI (SK) No. SKEP / 53 / VI / 2020 tentang kompetisi lanjutan pada tahun 2020 dalam keadaan khusus.

Awalnya, PSSI menerapkan kebijakan yang memungkinkan klub menurunkan gaji pemain dan pelatih hingga 75% dari total gaji awal mereka.

Baca: Shin Tae-yong Keukeuh Berharap Dapat Gelar TC di Korea Selatan Ini Jawaban Ketua Umum PSSI

Kebijakan tersebut telah diterapkan, sehingga klub harus diskors selama pertandingan karena pandemi virus corona, agar tidak Membebani gaji pemain dan pelatih. Kompetisi akan diadakan pada bulan Oktober 2020.

Klub diharuskan membayar pemain dan pelatih sebesar 50% hingga 60% dari gaji yang ditetapkan dalam kontrak asli.

Bacaan: Penerbit Video Pelatih Ib Libas Menanjak Jalur Gunung dan Sepeda Baru

Bacaan: Dulu Pilih Persib, Sekarang Ekspres Ingin Bela Persija, Achmad Jufriyanto: Cuma Umat di Pikiran Kita-Tentang Politik , Bek kiri Persib Bandung, jawab Ardi Idrus santai. Kebijakan ini bisa diterima karena beban klub juga berat.

Selain itu, kompetisi akan dilakukan tanpa penonton.

Ini akan mengurangi total pendapatan klub, karena dia tidak akan mendapat pemasukan dari penjualan tiket pertandingan keluarga.

“Ya, ini keputusan dan kesepakatan PSSI. Nah, kalau sudah diputuskan, apa yang harus saya lakukan. Misalnya tidak ada penonton, kami juga memikirkan beban klub. Karena semuanya ada kelebihan dan kelebihannya masing-masing. Keuntungan. Kenyamanan, ‚ÄĚkata Aldi kepada Bahara (Graha Persib) Kota Ndung, Selasa (7/7/2020). Baca: Ghozali Siregar (Ghozali Siregar) Bela Tiga Musim Persib Bandung, Kalahkan PSMS Hingga Rebut Kartu Kuning Pertama

Tinggalkan Balasan