2020-11-07 |  Super Skor

Reporter Tribunnews.com Abdul Majid melaporkan-JABARTA TRIBUNNEWS.COM-Terapis fisik PSS Sleman Lutfinanda Amary Septiandi kini tengah melejit di sepak bola Indonesia.

Apalagi bila ia juga merupakan anggota tim medis timnas. Indonesia ikut serta dalam U-19 kualifikasi Piala Asia 2020. Tapi tahukah Anda pemain sepak bola mana yang dia tangani dalam karirnya sebagai ahli terapi fisik?

Baca: Kecintaan pada Sepakbola, Kisah Luftinanda, Berkat Realisasi Terapis Fisik, Impian Luftinanda Terwujud

Luthfi berkata singkat, saat pertama kali magang di Klinik Olahraga, baru lulus Orang-orang itu langsung menemui pemain hebat Ponaryo Astaman. Sejak saat itu, ia mulai berkomunikasi langsung dengan para pemain sepak bola.

Seperti kita ketahui bersama, tujuan awal Lutfi menjadi seorang fisioterapis adalah karena ia mencintai sepakbola dan ingin sekali bekerja di sepakbola Indonesia. Jakarta dan saya bertemu Ponaryo Astaman saat itu, “kata Lufti di Instagram live Superball, Jumat (26 Juni 2020) …” Saya menjadi terapis. Dia mengalami cedera hamstring saat itu. Saya tinggal selama dua hingga tiga minggu dan dia tidak bermain sepak bola selama hampir dua bulan. Dari situ saya juga tahu kalau namanya sangat rendah hati, ā€¯lanjutnya. Belum pernah ke Borneo Football Club dan fisioterapis PSS Sleman saat ini untuk mengikuti Liga 2020 1. Luthfi mengatakan pada dirinya sendiri bahwa dia sangat senang karena dia memimpikannya. Sadarilah sekarang.

“Saya adalah penggemar sepak bola di sana. Saya bukan pemain sepak bola terlahir, tetapi saya ingin melanjutkan karier saya di sepak bola, dan terlibat dalam profesi lain, “

” Sekarang, saya akhirnya bisa merasakan sepak bola melalui profesi terapis fisik. Saya bisa menghabiskan waktu dengan pemain sepak bola dan pelatih terkenal setiap hari, berkeliling Indonesia. Karena itu, saya dulu mengira hanya musisi dan atlet yang bisa berkunjung ke Indonesia. Bahkan, terapis fisik juga bisa.

Tinggalkan Balasan