2020-10-30 |  Super Skor

Laporan Tribunnews.com Abdul Majid report

JABARTA Tribunnews.com-PSSI sebelumnya telah mengeluarkan SK No. SKEP / 53 / VI / 2020 tentang kelanjutan kompetisi di tahun 2020 dalam keadaan khusus. Butir ketiga ketetapan tersebut mengatur bahwa klub-klub La Liga 1 diperbolehkan membayar 50% dari gaji pemainnya, sedangkan La Liga 2 tidak boleh kurang dari 60% dari Upah Minimum Regional (UMR). . Sumardji mengaku masih bingung karena selama ini belum mendapatkan dana dari sponsor.

Baca: Potongan Gaji Pemain Persib untuk Gaji Ligue 1 2020 Gaji: Ardi Idrus Relaks, Ghozo Tak Tahu

Bacaan: Sumardji Mengatakan PSSI Desak Tak Ganggu Gaji Pemain Ligue 1 dan Liga 2

Nyatanya, rencana kenaikan subsidi dari Rp 500 juta menjadi Rp 800 juta mungkin tidak membantu keuangan klub. 50-60%, tetapi tidak ada sponsor yang berpartisipasi. Ya, saya berharap akan ada jalan di masa depan. Ucap Sumaji dalam wawancara dengan wartawan.

Baca: Wow! Pemain Bhayangkara FC ini ditemukan enam bulan lalu, ia beli seorang pecinta mobil mewah convertible top

Baca: Nurhidayat Haji Haris Ingin Beli Rumah Usai Membeli Calon Istri Untuk Mini Convertibel Cooper – “Kalau mengandalkan hibah, berapa biayanya? Kalaupun naik jadi Rp 800 juta, masih belum cukup untuk membayar gaji pemain. Sekarang ya tinggal menunggu kepastian sponsor dan subsidi, ā€¯jelasnya. Pada saat yang sama, dalam SK tersebut, PSSI juga menjelaskan bahwa La Liga 1 dan La Liga 2 akan dimulai kembali pada Oktober mendatang.- – Namun mengenai jadwal peluncurannya, PSSI belum memutuskan aturan, format dan lokasi pertandingan, karena kami masih menunggu tanggal pastinya, selain itu pelatih Paul masih di negaranya, kami tinggal menunggu dia menyimpulkan dan membiarkannya kembali. Dan bawa tim lagi.

Tinggalkan Balasan