2020-10-24 |  Lifestyle

Laporan reporter Tribunnews.com Apfia Tioconny Billy-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Ketua Kelompok Kerja Perlindungan Anak Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), PhD. Eva Devita Harmoniati SpA (K) kembali mengingatkan agar diskusi seksual dengan anak tidak boleh dihindari.

Pendidikan seks harus diberikan kepada anak-anak agar mereka dapat mengontrol perlindungan organ seksualnya dan bahkan menghindari perilaku seksual yang berlebihan. Pendidikan seks bukanlah sesuatu yang harus dihindari. Padahal, orang tua harus mengatur, karena dalam masyarakat saat ini, membicarakannya masih tabu. Eva (Eva) dalam siaran langsung Instagram bersama IDAI pada Selasa (18/8/2020) -jika orang tua menghindari pembicaraan tentang seks, saya khawatir anak akan mencari sumber lain, dan bahayanya mencari di situs porno. Ada juga pantangan agama, sehingga anak tidak hanya bertanggung jawab atas kesehatannya, tetapi juga atas kepercayaannya. Orang tua berkata, “Dengan cara ini orang tua tidak membiarkan anak mereka mencari sumber lain.” Kemudian, ketika anak mengajukan pertanyaan kunci tentang pendidikan seks, Anda juga harus memberikan kesempatan kepada anak untuk mengeksplorasi pandangan mereka atas pertanyaan yang diajukan.

Selanjutnya, jika pemahaman anak tentang seks salah, mohon dipilah agar anak bisa berdiskusi tentang seks dengan orang tuanya di kemudian hari.

“Jika ada pertanyaan kunci seperti itu, kita perlu bertanya pada diri sendiri” Bagaimana menurut Anda? ” “Menurut saya dia harus menggunakan bahasa yang mudah dipahami anak-anak,” pungkas dokter tersebut. Eva

Tinggalkan Balasan