2020-10-19 |  Lifestyle

TRIBUNNEWS.COM, Jakarta-Desain interior bukan hanya soal fungsi, tapi juga estetika, membuat ruang menjadi indah dan nyaman.

Karya Greta Elsa Nurtjahja, mahasiswi Universitas Perita Harapan, merefleksikan hal tersebut, dan ia adalah pemenang utama Young Asian Designers Award. Kategori desain interior 2020.

Lin Honghan dari China menjadi juara utama kategori arsitektural. Greta berhak mendapatkan beasiswa dari Harvard Graduate School of Design (GSD) di Boston, Massachusetts, USA. Beasiswa tersebut dievaluasi oleh Amerika Serikat. US $ 10.000-Dalam kesempatan acara ini, Greta Elsa Nurtjahja mempersembahkan sebuah karya berjudul Rumah Kopi-sebuah kedai kopi publik yang menunjukkan perspektif manusia dan sifat dekat dengan alam. Desain interiornya diadaptasi dari elemen lokal Desa Buni Kasih di Jawa Barat.

Membaca: Arsitektur ekspresionis gereja gaya Denmark Gereja Grundtvig unik- “Kafe memainkan peran arsitektur vernakular. Ang membutuhkan pengembangan berkelanjutan untuk mencapai hal ini dengan beradaptasi dengan perilaku, kebiasaan, dan budaya lokal Sebuah proses. ‚ÄĚKata Greta dalam keterangannya, Sabtu (18 Juli 2020).

Greta mencontohkan Rumah Kopi terinspirasi dari hunian warga Kampung Buni Kasih, Jawa Barat. .

“Desain kafe dirancang dengan menyesuaikan dengan elemen ‘tempat’, bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, dengan tetap menghormati keyakinan, budaya, sejarah, alam dan bagaimana menjaga esensinya”, Greta )Mengatakan.

Bacaan: Masjid Tertua di Tunisia Dibangun pada Abad ke-6 dan Memiliki Gaya Arsitektur Yang Unik – Ia menjelaskan bahwa konsep kafe dianggap sebagai “ekspresi paling sempurna dari hubungan arsitektur dengan tanah dan tanah”. Topografinya dibentuk oleh struktur atap berlapis, tujuannya untuk menciptakan suasana internal lingkungan alam.

Desainnya bertujuan untuk melestarikan lanskap aslinya sebanyak mungkin.

Tinggalkan Balasan