2020-10-19 |  Lifestyle

TRIBUNNEWS.COM-Perempuan di unit terkecil masyarakat, yakni keluarga, sangat penting sebagai garda depan pencegahan COVID-19. Perempuan dan ibu berperan sebagai pemimpin dalam pendidikan kebencanaan di lingkungan keluarga, hal ini dilatarbelakangi untuk memperkuat kesadaran akan risiko agar dapat berbagi dengan anggota keluarga lainnya.

Khususnya selama pandemi COVID-19, keluarga dapat beradaptasi dengan kebiasaan baru untuk meningkatkan keselamatan dan produktivitas.

Dalam hal ini, dorong BNPB untuk meningkatkan kapasitas multipihak anggota Gerakan Pengurangan Risiko Bencana (GPRB). 6.000

Baca: Penyebaran Virus Corona di Indonesia Senin (22/6/2020): Dimana Nol Kasus Baru di 11 Daerah?

Melalui BNPB, Biro Pengembangan Strategi Penanggulangan Bencana (PSPB) mengadakan pertemuan di ruang konferensi digital bertemakan perempuan sebagai guru dan keluarga untuk kesiapsiagaan bencana sebagai sekolah yang beradaptasi dengan kebiasaan baru berproduksi dan komunitas aman dari Covid-19 Jumat ( 19/6/2020).

GPRB adalah gerakan yang bertujuan untuk membangun kapabilitas individu dan komunitas dengan fokus pada kegiatan partisipatif dalam aksi individu dan kolektif, membangun budaya keselamatan dan meningkatkan kualitas hidup berdasarkan pengurangan risiko bencana (PRB).

Baca: Mahkamah Konstitusi Tolak Uji Materi Perppu Korona Besok

Wakil Menteri Sistem dan Strategi BNPB Wisnu Widjaja mengatakan melalui metode “gerakan” harus mampu menyerap dan mengerahkan sumber daya seluruh komponen Pentagon, Pimpinan Kemampuan teknis dan taktis Kampanye dilakukan melalui kegiatan kerjasama teknis dengan topik:

Tinggalkan Balasan