2020-08-26 |  Lifestyle

Shidiq, Dosen TRIBUNNEWS.COM-IAIN Surakarta, mengatakan, masyarakat yang mengalami kendala selama bulan suci Ramadhan terpaksa harus melunasi utangnya di lain hari. Aturan untuk mencegah puasa di bulan Ramadhan adalah sakit, perjalanan jarak jauh, aturan dan nifah.

“Bayar puasa dalam hukum Islam disebut Kaza.”

“Sebenarnya ini berlaku untuk orang yang bisa berpuasa, tapi ada beberapa kendala,” kutipnya di YouTube Tribunnews.com. . – “Misalnya kalau dalam perjalanan jauh atau dalam keadaan sakit, atau bisa berpuasa, tapi dikontraindikasikan untuk orang yang sedang menstruasi atau nifas,” jelas Shidiq.

“Dalam Alquran, orang-orang ini menghembuskan nafas lega, tapi tidak berpuasa, tapi diminta melakukan Kaza lagi keesokan harinya,” ujarnya.

Baca: Menteri Agama akan umumkan keputusan penyelenggaraan ibadah haji besok

Baca: Presiden DPRD DKI meminta Pemprov untuk menggunakan penelitian stratifikasi sebelum membuka tempat ibadah

Baca: Tangsel Perpanj dan PSBB Kabupaten Tangerang Distrik sampai 14 Juni, kapel menerima konsesi yang disebutkan dalam Al-Qur’an, dalam Sura Al Baqarah: 184, sebagai berikut: -Famanana Mariidhon Aw’alaa Safarin. Fa’idhatumin Ayyamin Uqor .

Artinya: “Karena itu, di antara semua orang di sini bulan ini, yang memintanya untuk berpuasa di bulan itu, dan mereka yang sakit atau di jalan (wajib membiarkannya berpuasa) ), karena beberapa hari kemudian, dia pergi berhari-hari. “

Orang yang merasa malu terpaksa melakukan kaza atau melunasi utangnya setelah Ramadhan.

Tinggalkan Balasan