2020-08-26 |  Lifestyle

TRIBUNNEWS.COM-Novelis dan penulis konten kota Kediri Adisty Riska Hardianti membagikan beberapa tips untuk mengurangi kepanikan wabah Covid-19. Healing-Dia mengatakan bahwa penyembuhan adalah sebuah konsep dan orang menggunakan tulisan sebagai substansi atau wadah emosional. Ia mengatakan: “Kami berada dalam suasana Covid-19, kami bosan, kami bosan di rumah, kami memiliki perasaan ini, emosi akan menumpuk, kami akan panik karena stres,” Tribunnews, Kamis (7 April 2020).

“Untuk memperkecil atau menguranginya, kita bisa menggunakan tulisan sebagai wadah untuk meluapkan emosi.”

Bacaan: KemenPANRB: Kemampuan menulis adalah warisan berharga para birokrat muda

Adis melanjutkan, Menulis untuk rehabilitasi adalah biaya umum yang dibayarkan melalui platform seperti surat kabar atau blog.

Addis memberikan catatan pada platform penulisan rehabilitasi. Dia percaya bahwa ledakan emosi yang ditulis di media sosial tidak dapat diklasifikasikan sebagai konsep “menulis untuk pemulihan.” Untuk menyembuhkan melalui tulisan, ada perasaan ingin dilihat atau diperhatikan oleh orang lain. “

” Biasanya kita sering melihat mereka menulis update status, kegelisahan, kegelisahan yang berlebihan, cemas, hilang atau ikut serta dalam akun media sosial pribadi alih-alih menulis. Pengobatan, “kata Addis.

Baca: Jangan panik memahami perbedaan antara gejala asma dan sesak napas pada pasien Covid-19

Tinggalkan Balasan