2020-08-25 |  Lifestyle

TRIBUNNEWS.COM-Kontroversi desainer Indonesia Arnold Putra telah dikritik karena mengangkat tas di punggung anak manusia.

Nama Arnold Putra menjadikannya topik, bahkan sebelum menjadi populer di Twitter.

Di Indonesia dan di seluruh dunia, Arnold Putra adalah perancang busana terkenal, Seringkali memakai pakaian unik.

Namun, salah satu karyanya menuai banyak kritik karena dianggap tidak punya hati nurani. – • Kontroversi populer BCL Duma Riris Bela Mari (Duma Riris Bela Mari) adalah air mata lagu penyesalan keluarga Negara Bagian Judika – dijual oleh perancang busana Indonesia Arnold Putra Tas yang terbuat dari bahan lidah buaya dan tulang punggung manusia.

Dia mengakui bahwa pria adalah tulang punggung umat manusia yang diperolehnya dari sumber moral, yaitu persediaan medis Kanada.

Umpan balik dan kritik yang keras hanya muncul setelah lama mengunggah foto. Ini mendorong halaman “Insiders” untuk mempelajari lebih lanjut tentang sumber bahan tas.

Tas tangan ini adalah karya satu kali, harganya 5.000 dolar AS (sekitar Rp 78,5 juta, pertama kali dijual pada 2016).

Karya tersebut berupa tas tangan model keranjang yang terbuat dari kulit lidah buaya, yang berbentuk pegangannya dari tulang punggung manusia.

Para ahli mengatakan kepada Insider bahwa mereka percaya materi ini berasal dari manusia.

Halaman 2 >>>>>>>>>

Tinggalkan Balasan