2020-08-24 |  Lifestyle

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Penyebaran virus korona berdampak signifikan pada sektor keuangan negara, yang membantu mengubah perilaku masyarakat dalam pengelolaan keuangan.

Mengelola keuangan selama pandemi adalah tantangan bagi sebagian orang karena memerlukan pendekatan yang berbeda dari biasanya. — Mengambil langkah-langkah keuangan yang moderat, seperti menabung dan berinvestasi, adalah beberapa cara untuk mempersiapkan situasi keuangan setelah pecahnya krisis. Pandemi COVID-19.

Firsan Nova, seorang kontributor Iconomics dan CEO Mitigasi Risiko Nexus dan Komunikasi Strategis, mengatakan masyarakat perlu mulai mengelola tabungannya dengan bijak. “Dalam hal ini, masyarakat harus memperkuat pengelolaan dana simpanan dan menabung sebanyak-banyaknya di bank,” kata Faisang dalam siaran persnya, Kamis (28/5 )/2020. Mohon maaf, SIM ekspansi Layanan ditutup karena diperpanjang hingga 29 Juni 2020. Ia menyarankan untuk tidak menarik semua tabungan dari bank untuk mengurangi pengeluaran yang tidak perlu.

“Butuh waktu sekitar 6 bulan hingga 1 tahun untuk merencanakan dana tabungan. waktu. “— Baca: Rekomendasi dari tiga smartphone terbaru dari Vivo untuk mendukung aktivitas keluarga — di tengah pandemi ini, masyarakat Indonesia cenderung lebih berhati-hati secara finansial dan memilih menyisihkan lebih banyak saat mengelola aktivitasnya. Lebih banyak pendapatan digunakan untuk menabung.

Data Bank Indonesia menunjukkan bahwa pada Maret, rata-rata proporsi pendapatan per kapita yang dibelanjakan untuk konsumsi adalah 69%.

Baca: Ponsel Oppo, dari dompet terjangkau hingga ponsel kelas atas

Ditolak 69,2% dari Februari, penghematan meningkat dari 18,1% menjadi 18,6%.

Tinggalkan Balasan