2020-08-23 |  Lifestyle

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Aktivis pertamanan Indonesia, Winartania, mendorong masyarakat untuk menggunakan ruang terbatas di rumah untuk berkebun atau menanam tanaman (termasuk sayuran) selama pandemi Covid-19 untuk memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga. Tanaman sederhana bisa ditanam di rumah. Mudah, tetapi dapat diproduksi di rumah dan memenuhi kebutuhan makanan. Kata Winartania dalam konferensi video pertanian perkotaan saat pandemi Covid-19 yang diselenggarakan oleh kelompok kerja untuk mempromosikan COVID-19. Senin (4/5/2020), manajemen Kantor Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana di Jakarta .

Akibat pandemi COVID-19, waktu yang dihabiskan di rumah bisa dimanfaatkan untuk menjaga produktivitas, seperti menanam tanaman yang bisa diapresiasi dan dimakan dengan berkebun. — Dimakan oleh warga sekitar, “kata Winartania.

Menurutnya, warga bisa bercocok tanam yang memenuhi kebutuhan dapur, termasuk sayur mayur. Kangkung, bayam, pepaya jepang, paprika, tomat dan tanaman herbal seperti kemangi dan kemangi.

Sekalipun anda memasak cukup banyak, anda bisa menjual kelebihan hasil sayur mayur anda ke tetangga, misalnya jika rumah memiliki ruang terbatas, penghuni tetap bisa melakukannya secara vertikal. Berkebun, katanya: “Menggunakan fasilitas hidroponik dengan sistem irigasi tetes untuk bercocok tanam, dan berkebun di atap.” Katanya. Baca: Resep Donat Kentang Wajib Dicoba dengan Icing Sugar untuk Menu Buka Puasa Hari Ini! Saat menanam tanaman di rumah, Anda perlu menentukan letak tanaman agar mendapat sinar matahari yang cukup agar tanaman bisa tumbuh.

Sayuran membutuhkan sekitar enam jam sinar matahari.

Tinggalkan Balasan