2020-08-21 |  Lifestyle

Sebuah laporan oleh reporter Tribunnews.com Apfia Tioconny Billy-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Di masa lalu, pernikahan dianggap sebagai pernikahan yang ideal dari perspektif usia. Misalnya, pria harus lebih tua dari wanita.

Tapi di sini, banyak pasangan tidak peduli usia. Beberapa menikah dan wanita lebih tua dari pasangan pria. Atau ada pula yang seumuran.

Faktanya, psikolog klinis anak, remaja dan keluarga Roslina Verauli mengatakan bahwa perbedaan usia Pak Psi tidak terlalu mempengaruhi kualitas pernikahan. — Bacaan: Bisa Memicu Stres Urtikaria

Bacaan: Dokter Pulihkan Istri Selingkuh, Haruskah Ada Kesempatan Lain?

“Perbedaan usia antara suami dan istri tidak berpengaruh pada kualitas pernikahan,” kata Verauli dalam siaran langsung berjudul “Memperkuat Ketahanan Keluarga” pada hari Rabu (7 Januari 2020).

Verauli menjelaskan bahwa yang penting adalah usia pernikahan. Karena itu, ketika usia pasangan telah mencapai usia dewasa atau mulai dari usia 20, dianjurkan untuk memiliki pernikahan yang ideal, sehingga cara berpikir dan sikap akan menjadi dewasa.

Baca: Mengatasi depresi setelah melahirkan

“Apa itu? Suami dan istri memainkan peran penting di usia dewasa, 20 tahun ke atas,” kata Verauli.

Maka ini harus dipertimbangkan, bahkan jika dewasa dimulai pada usia 20, cobalah untuk tidak menikah di atas 38 tahun.

Jika sudah menikah lebih dari 38 tahun, biasanya masalah keluarga gampang sekali, karena ketika harus mulai mempelajari kepribadian pasangan, Anda sudah mandiri. -35 istrinya akan terus hidup dalam 15 tahun, “pungkas Verauli.

Tinggalkan Balasan