2020-08-18 |  Lifestyle

Laporan Reporter Tribunnews.com Eko Sutriyanto

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Netty Prasetiyani, anggota kesembilan DPR RI, meminta pemerintah memperkuat proses sosialisasi dan melakukan upaya untuk melakukan pertukaran, publisitas dan edukasi kepada masyarakat, serta bayi dalam kandungan secara luas. Asupan makanan bergizi. Netty Prasetiyani mengatakan dalam siaran persnya pada Sabtu (25 Juli 2020) bahwa pihaknya tidak dapat menjadikan pemerintah sebagai kewajiban dan menggalakkan pemberian layanan kepada seluruh masyarakat. -Netty mengatakan, oleh karena itu perlu untuk meningkatkan pengetahuan orang tua tentang pengasuhan anak yang benar dan tepat sesuai dengan tahapan perkembangannya.

Misal, dalam kasus pendonor memberikan susu kepada anaknya, Netty mengatakan bahwa banyak orang tua yang sering salah paham.

Banyak orang tua, terutama masyarakat miskin, menganggap susu kental manis sebagai pilihan yang tepat untuk anak mereka.

Pertimbangan mereka terutama karena harganya yang relatif murah, mudah disimpan dan tidak mudah rusak, sehingga mereka memilih susu kental manis. Dibandingkan dengan formula bayi.

Baca: Susu kental bukan susu bergizi untuk pertumbuhan gizi dan kesejahteraan anak- “Padahal, meski namanya susu, ternyata efeknya tidak semanis susu. Kata Netty.

Menurut Netty, hal tersebut tercipta karena masyarakat memiliki tingkat melek huruf yang rendah dalam model asupan gizi bayi dan tumbuh kembang anak.

Tinggalkan Balasan