2020-08-12 |  Lifestyle

Laporan oleh reporter Tribunnews.com Reza Deni-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-UNICEF Indonesia Pengamat Kesehatan Anak Ali Aulia Ramly mempengaruhi anak-anak selama pandemi Covid-19.

“Salah satu dampak pandemi ini, termasuk pembatasan sosial” Ini adalah tekanan pada anak-anak. Diberitahukan tentang pandemi ini telah menimbulkan ketakutan yang terlalu besar, apa akibatnya, ”kata Ali dalam percakapan dengan Satgas Graha BNPB di Jakarta, Senin (20/7/2020) .Mengambil peristiwa global sebagai contoh, Misalnya perang atau bahkan wabah Ebola, anak-anak terutama remaja akan mengalami depresi akibat isolasi.

Baca: François tidak menunjukkan tanda-tanda depresi sebelum bunuh diri di selnya

Baca : Untuk mencegah kematian ibu dan bayi, Kementerian Kesehatan mengeluarkan peraturan tentang penatalaksanaan persalinan selama pandemi Covid-19- “Banyak penelitian yang mengonfirmasi hal ini, tidak hanya pada fase isolasi, tetapi juga berlangsung lebih lama dari fase isolasi. Sayangnya, di Indonesia, penelitiannya masih “terbatas dan berskala kecil, tetapi itu menunjukkan bahwa katanya, lanjutnya. -Ali mengatakan bahwa kebosanan anak-anak harus tinggal di rumah dan tidak bertemu teman-temannya adalah pengaruh yang wajar, dan seringkali Terjadi. Dia berkata: “Tentu saja, kami berharap situasi ini tidak berlangsung lama, atau kami berharap begitu banyak anak dapat pulih dan melihat bahwa mereka tidak akan diganggu oleh situasi mereka karena situasi ini. “Menurutnya penting untuk siapa, tapi juga untuk mengetahui apakah anak terkena pandemi Covid-19. Saya melihat banyak gejala.

“ Kamu jadi mudah tersinggung, kehilangan semangat, biasanya antusias. Ia mengatakan bahwa hal-hal yang biasanya dapat difokuskan sekarang dengan mudah kehilangan fokus. Ali mengatakan: “Ketika ada situasi abnormal, ada isolasi, ada batasan sosial, tanda-tanda umum sebenarnya normal. Tapi jika situasi ini terus berlanjut, kami akan mengatakan bahwa perlu dukungan ahli.”

Tinggalkan Balasan