2020-08-09 |  Lifestyle

TRIBUNNEWS.COM – Direktur Departemen Urusan Islam dan Pengembangan Hukum Syariah, Agus Salim (Agus Salim) mengatakan bahwa Rabu (15/7/2020) dan Kamis (16/7/2020) matahari hanya akan melewati Ka’bah kembali.

Waktu puncak terjadinya fenomena ini adalah pukul 16.27 WIB pada hari Rabu dan Kamis.

“Peristiwa alam ini akan terjadi pada pukul 16.27 WIB atau WITA 17.27.”

“Saat itu bayangan benda-benda yang berdiri tentunya akan mengarah langsung ke Ka’bah,” ujarnya di Jakarta, Jumat (Oktober 2020). 7), dikutip dari bimasislam.kemenag. go.id .

Baca: Dari 15 hingga 16 Juli 2020, cara menentukan arah ibadah ketika matahari tepat di atas Ka’bah

Baca: Sore ini, ketika matahari tepat di atas Ka’bah, hanya Arah bayangan yang cocok dengan Kiblat — menurutnya, acara semacam ini disebut Istiwa A’dham atau Rashdul Qiblah.

Ini berarti bahwa ketika matahari berada di atas Ka’bah, bayangan objek terpapar ke arah di mana matahari menunjuk ke arah Kiblat.

Muslim dapat menggunakan momentum ini untuk memeriksa kembali arah kiblat.

Triknya adalah dengan mengatur arah kiblat sesuai dengan arah bayangan kiblat. Tubuh surgawi selama ziarah Rashdul.

Bacaan: Matahari Cuma Melintasi Ka’bah – Mulai 15-16 Juli 2020, Masyarakat Bisa Cek Arah Kiblat

Bacaan: Matahari Akan Melewati 15-16 Juli Di Ka’bah, orang dapat memeriksa arah kiblat-Agus menjelaskan bahwa poin-poin berikut harus dipertimbangkan dalam proses verifikasi arah kiblat:

1. Pastikan objek referensi benar-benar berdiri atau menggunakan banyak atau bandul

Tinggalkan Balasan