2020-07-30 |  Lifestyle

TRIBUNNEWS.COM-Ekonom belajar dari 20 juta rupee karyawan bergaji di Jakarta, yang upahnya turun 50% karena pandemi Covid-19, sementara mereka berjuang untuk membayar uang muka. Para ekonom menyediakan beberapa manajemen Gaji bulanan yang disarankan.

Seperti yang Anda tahu, karyawan baru-baru ini bergairah di media sosial.

Karyawan tersebut menyatakan bahwa gajinya telah berkurang menjadi 10 juta rupee per bulan, tetapi ia masih harus membayar cicilan bulanan sebesar 9,5 juta rupee. – Uang bulanan hanya Rp. 500.000 membesarkan istri dan anak-anak.

Kesulitan keuangan keluarganya bahkan membuatnya meminta bantuan pemerintah.

“Sedikit kepercayaan. Saya seorang karyawan swasta di Jakarta. Gaji saya adalah 20 juta per bulan, tetapi setelah co19, saya hanya membayar setengah dari gaji saya, sekitar 10 juta per bulan. Saya meminta bantuan pemerintah Makan istri dan anak-anak saya, karena sisa gaji tidak cukup, karena saya memiliki penggantian mobil 4,5 juta / bulan plus saya memiliki sekitar 5 juta / bulan hipotek, jadi saya hanya punya 500 rb sebulan, jika Pelunasan yang tidak saya bayarkan bisa @rmh dan mobil disita, tidak cukup untuk memerah susu anak saya, tolong pemerintah, orang-orang kecil yang berhati-hati untuk kami, belum bisa mengucapkan terima kasih sejauh ini “, tulis seorang karyawan dengan akun Ayat Surat curhat. Bunga ini.

Saya tidak tahu apakah curhatan benar-benar nyata.

Selain itu, para ekonom di Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Universitas Solo juga memberikan beberapa tips untuk mengelola gaji bulanan untuk menghindari peluang terburuk dalam ekonomi swasta. Menurut saran ekonom untuk manajemen gaji sebagai berikut: 1. Gunakan rasio 50: 30: 10: 10

Tinggalkan Balasan