2020-07-27 |  Lifestyle

TRIBUNNEWS.COM – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melarang penggunaan kantong plastik sekali pakai di pusat perbelanjaan, supermarket dan pasar umum.

Larangan ini telah diatur dalam Peraturan Gubernur No. 142 tahun 2019. Setahun yang lalu, larangan penggunaan kantong plastik tidak lagi diperbolehkan, terutama sebagai alat pengemasan daging kurban .

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Anies Baswedan) Kamis (25/7/2019) ) Langsung mengungkapkan ini.

“Untuk pelaksanaan Idul Fitri, kami tidak menggunakan bungkus plastik sekali pakai, tetapi menggunakan bahan daur ulang,” kata Anies Baswedan di Hotel Borobudur di Jakarta Pusat, mengutip Kompas kata .com. Perkembangan terakhir dalam daftar harga ternak Idul Adha: kambing, dari sapi hingga domba-ada beberapa alasan larangan penggunaan kantong plastik untuk mengemas daging, salah satunya adalah bahwa tas hitam berisi karsinogen berbahaya bagi manusia. Kesehatan.

Tidak disarankan menggunakan kantong plastik hitam untuk mengemas daging sebagai penyebab penggunaan bencana, termasuk penggunaan saat membagikan daging kurban pada Idul Adha.

Baca: Mengoperasikan bisnis pembibitan hewan. Sebelum Idul Adha di Azis, sekelompok seniman gagap para seniman yang menjual ternak. Untuk alasan ini, disarankan agar panitia pengorbanan tidak lagi menggunakan kantong plastik dan menyediakan kemasan ramah lingkungan untuk daging wadah.

Sebelumnya, GridHEALTH.id menyebutkan bahwa ada 5 jenis daun yang bisa digunakan untuk membungkus daging kurban.

Dalam hal ini, GridHEALTH.id akan sekali lagi menyediakan tiga wadah lainnya, yang dapat menggantikan kantong plastik untuk kemasan daging, seperti yang ditunjukkan di bawah ini.

Tinggalkan Balasan