2020-07-08 |  Lifestyle

TRIBUNNEWS.COM – Warga Curhatan (Curhatan) diminta untuk membatalkan karena pacarnya tidak bergerak, dan menjadi populer di jejaring sosial Twitter. Warga negara dengan inisial A harus menikahi calon suaminya, Sabtu (6/6/2020).

Pasangan itu bertemu melalui jejaring sosial bahkan menyatukan kembali dua keluarga. Pernikahan dibatalkan karena mereka masih memiliki perasaan terhadap mantan kekasih mereka.

Kita juga harus menerima fakta-fakta kasar dan berani menjelaskan kepada keluarga kita.

Adib Setiawan, psikolog keluarga Yayasan Psikologi Indonesia, S Psi dan M Psi mengatakan bahwa tidak satu pun calon suami dan istri di masa depan. Siap menikah.

Menimbang bahwa kedua orang itu masih berusia 21 tahun, dan undangan untuk menikah tidak serius.

Psikolog di www.praktekpsikolog.com menekankan bahwa anak berusia 21 tahun belum siap untuk membangun tangga.

“Undangannya benar-benar membingungkan, terutama hak dari 21 tahun. Ini berarti undangan pernikahan seperti mainan, sama seperti orang yang keluar.”

Tinggalkan Balasan