2021-03-13 |  Lifestyle

Laporan reporter Tribunnews.com Fahdi Fahlevi-TRIBUNNEWS.COM, Jakarta-Kebaya, mendorong pakaian tradisional Indonesia diakui dunia melalui pendaftaran di UNESCO. PBI) akan digelar di Musyawarah Nasional Kebaya mulai 21-22 Desember 2020.

Sebenarnya karena pandemi Covid-19, maka digelar “Kongres Kebaya Mandiri Nasional”. Kami masih pandemi, dan kami berurusan dengan segalanya. Sebenarnya, “kata Lana T. Koentjoro, ketua penyelenggara Majelis Nasional Kebaya, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (11 November 2020). Foto-foto mengenakan gaun pengantin Kebaya, meminta Restu untuk salat-lihat juga: Ayu Ting Ting I mengupload foto menggunakan kebaya: rumor akan segera menikah, lagu baru dirilis?

Lana menjelaskan bahwa acara ini bertujuan untuk melindungi kebaya yang merupakan budaya leluhur warisan bangsa.

ini acara olah raga ini bertujuan untuk memperkuat tradisi budaya pele melalui pengenalan dan pengenalan khususnya pakaian adat indonesia.Anda diajak untuk mengenakan kebaya kepada generasi muda katanya. lana (lana) .– –selain itu dengan mendorong pemerintah untuk membentuk menjadi hari kebaya nasional, sehingga langkah selanjutnya bisa melalui produksi dan penjualan kebaya untuk merancang rencana pemberdayaan masyarakat. Rana mengatakan: “Penghargaan kebaya dianugerahkan kepada kebaya dan dihadiahkan kepada mereka yang tergabung dalam kontributor kebaya.

Lana menjelaskan bahwa banyak perwakilan organisasi baik yang berkepentingan dengan politik, baik itu politik, masyarakat, profesional, akademisi maupun parpol, akan membahas dan mempertahankan keputusan kebaya sebagai bagian dari budaya Indonesia.

ini Acara ini didukung oleh Kementerian Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, dan Provinsi Malaysia. Komunikasi dan Teknologi Informasi.

Majelis Nasional Kebaya harus panggilan 1.000 peserta dari seluruh negara Selama dua hari pertemuan, delegasi sesekali membahas kebaya, ekonomi kebaya, aspek psikologis kebaya, dan aspek politik kebaya.

Tinggalkan Balasan