2021-02-21 |  Lifestyle

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Penyebaran virus corona berdampak signifikan terhadap sektor keuangan negara, yang turut mengubah perilaku masyarakat dalam pengelolaan keuangan.

Mengelola keuangan selama pandemi merupakan tantangan bagi banyak orang karena memerlukan pendekatan yang berbeda dari biasanya. -Mengambil langkah keuangan skala kecil (seperti menabung dan berinvestasi) adalah beberapa cara untuk mempersiapkan situasi keuangan setelah pandemi Covid-19.

Firsan Nova, salah satu penulis kontributor dari Iconomics dan CEO perusahaan, Nexus Risk Mitigation and Strategic Communications, menyatakan bahwa masyarakat harus mulai mengelola tabungan mereka dengan bijak.

“Dalam hal ini, masyarakat perlu memperkuat pengelolaan mata uang di tabungannya dan menyimpan tabungan tersebut di bank sebanyak mungkin,” kata Faisan dalam siaran persnya, Kamis (28/5/2020). -Baca: Maaf, layanan perpanjangan SIM masih ditutup karena diperpanjang hingga 29 Juni 2020 -dia menyarankan untuk tidak menarik semua tabungan dari bank untuk mengurangi pengeluaran yang tidak perlu.

“Rencanakan dana tabungan yang lebih lama, untuk jangka waktu sekitar 6 bulan hingga 1 tahun,” kata Firsan. Tiga smartphone Vivo yang mendukung aktivitas keluarga – selama pandemi ini, masyarakat Indonesia cenderung mengemudi untuk mengelola keuangannya secara efektif dan memilih menyisihkan lebih banyak penghasilan untuk itu. Tabungan.

Data Bank Indonesia menunjukkan bahwa rata-rata pangsa pendapatan masyarakat yang berbelanja konsumsi pada bulan Maret adalah 69%. -Dibandingkan dengan Februari, turun 69,2%. Pada saat yang sama, bagian pendapatan yang digunakan untuk menabung meningkat dari 18,1% menjadi 18,6%.

Tinggalkan Balasan