2021-01-20 |  Lifestyle

TRIBUNNEWS.COM-Agus Salim, Direktur Pembinaan Urusan Islam dan Hukum Syariah, mengatakan Rabu (15/7/2020) dan Kamis (16/7/2020) matahari akan kembali melewati Ka’bah. Selama jam sibuk, fenomena ini terjadi pada pukul 16:27 UTC pada hari Rabu dan Kamis.

“Kejadian alam seperti ini akan terjadi pada pukul 16.27 UTC atau 17.27 UTC.”

“Saat ini bayangan benda berdiri tentu saja akan mengarah langsung ke Ka’bah,” ujarnya di Jakarta, Jumat. Said (10/7/2020), dikutip dari bimasislam.kemenag. go.id .

Baca: Mulai 15-16 Juli 2020, Cara Menentukan Arah Ibadah Saat Matahari Tepat di Atas Ka’bah

Baca: Sore Ini Matahari Tepat Di Atas Ka’bah, Jadi Bisa Berhubungan Menuju ke arah kiblat yang hanya berbayang-bayang-menurutnya acara semacam ini disebut Istiwa A’dham atau Rashdul Qiblah. Bayangan benda yang terkena titik matahari searah kiblat.

Muslim dapat menggunakan momentum ini untuk memeriksa kembali arah Kiblat.

Triknya adalah dengan mengatur arah bayangan benda saat Rashdul Qiblah searah dengan Kiblat.

Baca: Matahari Akan Melintasi Ka’bah Mulai 15-16 Juli 2020, Orang Bisa Cek Arah Kiblat

Bacaan: Matahari Akan Melintasi Ka’bah 15-16 Juli, Orang Anda bisa mengecek arah kiblat-Argus menjelaskan bahwa ada banyak hal yang perlu diperhatikan dalam proses verifikasi arah kiblat:

1. Pastikan objek referensi harus benar-benar lurus atau menggunakan jumlah besar atau pendulum

Tinggalkan Balasan