2021-01-03 |  Lifestyle

Laporan reporter Tribunnews.com Apfia Tioconny Billy — Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Orang tua mengkhawatirkan anak dengan berbagai jenis perilaku bermasalah. Misalnya, anak sering memukul atau berteriak.

Tapi psikolog Tania Purnomo (Tania Purnomo) membenarkan bahwa masalah perilaku anak itu tidak disengaja. Menurutnya, ada alasannya.

Karena itu tergantung pada keadaan fisik atau emosi anak. Misalnya mencari perhatian, menghindari hal-hal tertentu, melakukan aktivitas atau hal-hal yang diinginkan, sedangkan yang terakhir bersifat otomatis. Ini tidak berarti menerima perilaku bermasalah. Kata Tania dalam webinar Anakku.id (Sabtu (15/8/2020)): “-Baca: Bagaimana cara menahan anak yang selalu bertanya – Mengatasi perilaku bermasalah anak Pertama-tama, Mempelajari peristiwa-peristiwa yang terjadi sebelum perilaku (preseden) -kemudian mempelajari perilaku, dan terakhir melihat peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah perilaku (konsekuensi), misalnya mengetahui bahwa anak-anak berteriak, orang tua mengetahui hal itu karena suhu tinggi.

Membaca: Setelah menulis surat wasiat, Ashanty dan Anang tidak ingin anak mereka bertengkar setelah mereka pergi

Jika orang tua tahu, tolong bicara dengan anak itu. Dia lembut dan hangat tanpa berteriak .

“Lain Contohnya adalah memukul, karena kamu ingin istirahat. Katakan padaku tindakan pengganti sudah cukup untuk membiarkan orang tuamu beristirahat dengan tenang daripada memukul orang tua mereka, “kata Tania. Guru dan terapis sebaiknya tidak menggunakan hukuman sebanyak mungkin, seperti pukulan, jeritan, atau tangan terikat. ┬╗Tania menyimpulkan.

Tinggalkan Balasan