2021-01-03 |  Lifestyle

Laporan reporter Tribunnews.com Apfia Tioconny Billy-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Gadget kini menjadi produk teknologi yang telah diperkenalkan kepada anak-anak sejak usia sangat muda dan biasanya digunakan untuk membuat anak-anak merasa nyaman. Oleh karena itu, anak di bawah 2 tahun tidak disarankan untuk menggunakan gadget ini.

Dokter Spesialis Anak RSUI, Ph.D. Ahmad Rafli (Ahmad Rafli SPA) mengatakan bahwa anak di bawah usia dua tahun sebaiknya tidak diberikan penggunaan ponsel terlebih dahulu, karena dapat menghambat pertumbuhannya.

Membaca: Jika anak telat bicara, orang tua bisa melakukan pengobatan sendiri di rumah, Ini

Bacaan: Anak terlalu lama menatap layar gadget, waspadai sakit kepala, ini teknik mengatasinya.

“Masalah tumbuh kembang anak di bawah usia dua tahun yang ingin kita hindari saat ini hendaknya tidak berkepala,” kata dokter tersebut. Lavley saat webinar bersama RSUI, Rabu (19/8/2020), Dr. Lavley menjelaskan, saat anak fokus pada gadget saja maka akan mengganggu perkembangan bahasa anak terutama dalam berekspresi. Dan penerimaan. -Gangguan kinerja berarti bahwa anak-anak menggunakan lebih sedikit kosakata, memiliki tata bahasa yang buruk, atau kesulitan mengajukan pertanyaan. Karena sangat keren untuk gadget.

Meskipun anak-anak dengan ketidakmampuan penerimaan tidak memahami bahasa lisan orang tua mereka, sulit untuk mengikuti instruksi dan terpesona oleh gadget mereka. Kalau diminta menerima penerimaan atau pengertian anak jangan dibilang, “kata dr Rafli.

Jika ingin bermain dengan anak sejak usia 18 bulan sebaiknya orang tua mendampingi agar orang tua bisa menjelaskan Yang ditonton anak-anak.

Misalnya, menggunakan gadget untuk menonton video, mempelajari nama-nama objek dari orang tuanya, dan menjelaskan fungsinya untuk mendorong perkembangan bahasa yang lebih baik. Mereka tidak dapat melupakan karena mereka akan memasukkan semua informasi, terkadang Anak akan mengulangi kata-kata yang didengarnya, meskipun anak tidak mengetahui artinya akan mengganggu perkembangan bahasanya.

Tinggalkan Balasan