2021-01-02 |  Lifestyle

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Pandemi Covid-19 telah menyadarkan dunia akan ancaman nyata krisis pangan yang semakin meningkat.

Semua pihak juga berlomba-lomba membuang inovasinya melalui penelitian di bidang pertanian.

Salah satu kegiatan penelitian pertanian dan inovasi perikanan yang dilakukan oleh anak-anak negeri ini adalah budidaya perairan.

Budidaya adalah kegiatan inovasi pertanian modern dan ramah lingkungan berbasis akuakultur yang dilakukan di Elon Farm di Cisarua, Bogor, Jawa Barat. -Membaca: Saksikan Kegiatan Ignasius Jonan Sebelum Menjadi Menteri: Merawat Hidroponik Sawi dan Kangkung

Penelitian ini berhasil dan dilakukan di banyak tempat di Jawa Barat . Ini adalah inovasi, teknologi yang mengintegrasikan sistem RAS (Constrained Aquaculture System) dengan metode hidroponik pertanian, “ungkapnya, Selasa (8 November 2020), peneliti Elon Farms dan mahasiswa PhD IPB Joel (Joel) Metodenya sendiri namanya OS-Aquaponica, di sini kita tanam nila merah, udang dan sayur, ā€¯imbuhnya. Tambak budidaya ikan dan tambak udang raksasa, serta menggunakan sistem terapung untuk budidaya sayuran. Karena sistem sirkulasi air, hanya ada sedikit air, dan karena penguapan, hanya 2-2,5% air yang ditambahkan setiap hari.

“Dalam sistem yang kami buat, sayuran dapat digunakan sebagai filter biologis yang efektif untuk menetralkan air yang dikembalikan ke tangki ikan. Sayuran juga dapat dijual karena memiliki nilai ekonomis yang tinggi, kecuali ikan dan udang sebagai bahan utamanya. Di luar produk, “katanya.

Selain industri pertanian, inovasi semacam ini juga bisa dibangun di suatu wilayah tertentu.

“OS-Aquaponica dirancang untuk industri pangan karena investasi relatif penting. Jika dibangun di atas lahan 1 hektar, omzetnya bisa mencapai Rp 1 miliar / bulan”, pungkasnya.

Tinggalkan Balasan