2021-01-02 |  Lifestyle

Laporan Reporter Tribunnews.com Bayu Indra Permana-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Publik dikejutkan dengan kesalahan ayah Jenderal Khalilinthar dan mantan istri keduanya Happy Hariyadi. Jika benar demikian, apa dampak psikologisnya bagi anak?

Seto Mulyadi, Presiden Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), mengutarakan pendapatnya tentang dampak psikologis anak yang orangtuanya merasa diabaikan. Seluruh keluarga punya ayah dan ibu, “kata Seto Mulyadi kepada kantor LPAI di Salamba, Jakarta Pusat, 9 Januari 2020.

Baca: Kak Seto ) Mengakui bahwa dia merekomendasikan mantan istri Halilynthal Anofial Asmid ke polisi – baca: mantan istri melaporkan bahwa ayah Ata Halilynthal diancam hukuman 5 tahun penjara karena dicurigai menelantarkan anak- ” Oleh karena itu, sejak saya masih kecil, tentunya saya harus menanyakan keberadaan ayah saya, ayah, jika tidak mengaku akan terluka. “

Tidak hanya itu, Seto Mulyadi juga mengatakan tidak menutup kemungkinan bahwa anak-anak juga mengalami gangguan psikologis lainnya. Ia mengatakan bahwa mereka dipengaruhi oleh berbagai masalah psikologis.

Sekadar referensi saja, Ah Ayah Ta Khalilintal mempraktikkan poligami pada tahun 1998, tetapi akhirnya bercerai pada tahun 2006. Ayah Jenderal Khalilintal tidak menanggapi LPAI karena dia membutuhkan pengakuan anak tersebut .

Khalilyn Ketulusan ayah Jenderal Tal Happy Hariadi tidak menyelesaikan pengaduannya terhadap LPAI. Mediasi dibatalkan. Anak-anak diabaikan dan didiskriminasi.

Dari pernikahan hingga istri kedua, Anofial Asmid memiliki seorang putri, kini berusia 17 tahun, Namanya Mubarokah .

Sejauh ini belum ada informasi tentang Anofial, termasuk Atta Ha lilintar terkait dengannya. Laporan itu. Saat ini diketahui keluarga Atta Halilintar masih berada di Malaysia.

Tinggalkan Balasan