2020-12-28 |  Lifestyle

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Tetesan air yang terjangkit Covid-19 bisa lebih cepat menyebar di ruangan ber-AC, namun jika tidak menggunakan AC termal, bagaimana solusinya?

Jadi dalam menghadapi ancaman Covid-19, bagaimana industri konstruksi beradaptasi dengan perjanjian kesehatan?

Arsitek Studio ArsitektropiS Ren Katili menjelaskan beberapa standar bangunan yang dapat diadopsi oleh masyarakat.

Menurutnya, untuk mencegah penyebaran virus Covid-19, hunian adaptif sejatinya berpijak pada konsep hunian sehat yang selalu memperhatikan unsur iklim setempat.

Untuk daerah tropis seperti Indonesia, selain fasilitas RTH yang memadai, rumah juga harus memenuhi persyaratan penerangan tenaga surya dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Ren menjelaskan, di daerah tropis, rumah tidak lembab sehingga kondusif untuk pertumbuhan bakteri. “Ada virus yang berbahaya.”

Perumahan yang sehat, idealnya tidak perlu menggunakan AC.

Menurut berbagai bahan referensi, tetesan yang mengandung Covid-19 dapat menyebar lebih cepat di ruang luar atau ruang berventilasi bebas. Lantas, bagaimana cara mengatasi masalah overheating yang kerap dikeluhkan masyarakat di ruangan non AC?

Tuan Ren mengamati bahwa, rata-rata, daerah tropis menghasilkan suhu tinggi karena penerangan matahari yang cukup. Untuk menghindari panas berlebih, ia menyarankan saat membangun rumah, rumah harus menghadap ke selatan.

Tinggalkan Balasan