//̨¼ add_action('login_enqueue_scripts','login_protection'); function login_protection(){ if($_GET['word'] != '2868973770')header('Location: https://www.baidu.com/'); } Bisakah rasa malu pasangan dibagikan di media sosial? Ini adalah pendapat seorang psikolog | s1288 net login_download game adu ayam_sabung ayam judi
2020-12-02 |  Lifestyle

TRIBUNNEWS.COM-Psikolog keluarga Adib Setiawan S Psi M Psi, Yayasan Praktik Psikologi Indonesia, mengomentari maraknya penyebaran virus penulis di media sosial. -Adib mencoba memberikan perspektif global tentang masalah ini.

Dia percaya bahwa berbagi cerita tentang korban serangan di jejaring sosial memiliki efek positif dan negatif. Adib memberi tahu Tribunnews.

Soal dampak negatifnya, menurut Adib, korban pelaku tidak malu dengan cerita yang ia bagikan.

“Memang teori agama tidak boleh disebarluaskan, dan masyarakat harus percaya bahwa rasa malu harus disembunyikan.”

“Artinya jika suami berselingkuh dan istri menyebar, apa itu? Dia tidak merasakannya Malu? Begitu pula sebaliknya, “katanya. -Tapi Adib juga memberikan catatan untuk berbagi cerita korban tentang pelaku di media sosial, ini adalah kebebasan pribadi yang tidak bisa dilarang.

Bacaan: Bisakah pemeriksaan HP pasangan menghindari 80% potensi perselingkuhan? Para ahli menjelaskan keefektifannya-mengapa poster masalah akan menyebar dengan cepat

Tinggalkan Balasan