2020-12-02 |  Lifestyle

TRIBUNNEWS.COM-Pemerintah terus mengingatkan masyarakat untuk sedapat mungkin tetap berada di rumah selama masa libur panjang mulai 28 Oktober 2020 hingga 1 November 2020.

Dua pengalaman liburan panjang yang disertai dengan peningkatan kasus mengkhawatirkan.

Dr. Tri Yunis Miko Wahyono, Kepala Departemen Epidemiologi Universitas Indonesia, Magister Kedokteran menyarankan liburan yang aman setelah penyebaran Covid-19:

Baca juga: Covid Pandemic-19, produksi bahan desinfeksi meningkat paling banyak 50%

1. Waspadai percikan air liur saat berbicara

Saran pertama yang dikemukakan Tri adalah hindari air liur saat orang berbicara. Saat berbicara, itu menyebar melalui tetesan air liur, dan terjadi melalui tetesan.

“Inilah kenapa masyarakat harus taat topeng, menjaga jarak dan menghindari keramaian agar tidak terpapar Covid-19, jadi dia dibujuk.”, Dikutip covid19.go.id, Kamis (22 Oktober 2020) .

Tri juga mewajibkan masyarakat untuk memakai masker saat liburan.

2. Hindari keramaian

Tri menyarankan masyarakat untuk memilih kawasan wisata yang kurang ramai dengan bijak.

Tinggalkan Balasan