2020-11-10 |  Lifestyle

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Rebo Wekasan atau Rabu Wekasan adalah istilah dalam penanggalan Jawa. Biasanya bisa diartikan sebagai Rabu atau Rabu terakhir setiap bulan di Safar.

Di Safar bulan ini, banyak orang mengira bahwa Allah akan membawa banyak bencana. Inilah mengapa dianjurkan untuk meningkatkan amalan dan kesalehan.

Orang-orang juga percaya bahwa Allah akan mengurangi ribuan bencana, seperti bencana dan penyakit, pada hari Rabu terakhir Safar. Baca juga: Rebo Wekasan: Inilah Amalan dan Tata Cara Sholat Menolak Bala, Niat dan Sholat-Oleh karena itu, di hari Arba Mustakmir ini, kita dianjurkan untuk berdoa kepada Allah agar terhindar dari segala bencana. Penjelasan lengkap tentang Arba Mustamir atau Bahasa Jawa adalah Rebo Wekasan.

Dikutip dari Wikipedia, Rebo Wekasan, Rabu Wekasan atau Rebo Pungkasan, adalah nama hari Rabu terakhir bulan Safa menurut penanggalan Jawa. — Di Rebo Wekasan, rangkaian kegiatan berburu tradisional biasanya dimulai. Itu berakhir pada Jumat Kliwon di bulan Maulid (Mulud).

Seperti halnya upacara sedekah Ketupat dan Babarit yang diadakan di kawasan Sunda, kawasan Sunda, Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Harap baca juga: Apa itu Rebo Wekasan? Begitulah Pengertian Rabu Pamankas, menolak adat istiadat, sholat dan tata cara Sholat Barra-Rebo Vekasan yang khas adalah ini satu-satunya hari yang tidak mengandalkan hari Pasaran dan Naputo untuk ritual adat. — Kecuali hari jadi Rebo Wekasan, adat istiadat Chiavin, hari jadi pasar dan uang kertas neptu sangat penting untuk keamanan dan keberkahan acara.

Tinggalkan Balasan