2020-11-10 |  Lifestyle

Laporan reporter Tribunnews.com Eko Sutriyanto-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Gizi buruk merupakan masalah gizi utama yang terjadi pada balita di Indonesia.

Berbagai faktor penyebab gizi buruk pada anak adalah salah satunya. Pengetahuan orang tua tentang kecukupan gizi anak.

Anak mendapatkan gizi yang cukup, karena orang tua seringkali kurang memperhatikan asupan gizi yang seimbang untuk mendorong tumbuh kembang anak.

Fakta inilah yang mendorong UKM Asosiasi Gizi terkait (ASUPZI) menjadi duta untuk memberikan informasi kepada konsumen mengenai kebutuhan gizi yang tepat pada anak. : Malnutrisi pada anak dipandang sebagai salah satu faktor yang meningkatkan risiko kematian – tetapi Yingda mengatakan dia harus memiliki tanggung jawab etis dan berperan penting dalam menyebarkan pengetahuan tentang gizi anak kepada anak. semua seutuhnya.

Oleh karena itu, ASUPZI menyatakan bahwa Indah akan selalu memberikan pembinaan kepada UKM pilihan secara rutin.

“Para UKM ini berani menjadi duta gizi karena memahami bahaya makanan bagi anak. Indah mengatakan:“ Mereka hanya bisa diberi nama ‘organik’ dari bahan bakunya yang proses pembuatannya tidak jelas. “Kata Indah, tujuan ASUPZI adalah agar seluruh anggotanya mampu menjadi perhatian masyarakat akan pentingnya gizi bagi anak. 36 Anak berisiko gizi buruk

“ Kami (ASUPZI) menggunakan merek NAYZ karena adanya sertifikasi Ini telah disertifikasi dan menggunakan produk MPASI buatan sendiri dan organik. Yingda berkata: “Selain mendidik peserta untuk menerima kebohongan usaha kecil dan menengah, ini juga telah meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya asupan gizi anak.”

13 merek usaha kecil dan menengah yang dipromosikan dan diikuti oleh ASUPZI Sebagian besar ibu yang memiliki produk ini membentuk bisnis makanan bayi Probio, Little Spun, Brainy, Baby Blend, Baby Bee, Enerzy, Happy Tummy, Gold N’me, Imune, Kawana, Baby-O, My Mini Me dan greeny adalah ASUPZI’s Merek anggota. Yingda berkata: “Oleh karena itu, 13 UKM akan menjual makanan untuk anak-anak dengan bahan baku yang telah memenuhi standar pemerintah.”

Tinggalkan Balasan