2020-11-09 |  Lifestyle

TRIBUNNEWS.COM-Persatuan Ahli Gizi Klinik Indonesia (PDGKI) Jawa Barat Dr. Gaga Irawan Nugraha (Sp.GK, MGizi) mengatakan, obesitas merupakan salah satu faktor risiko yang mempengaruhi obesitas pada saat timbulnya Covid-19. Menurut laporan di Amerika Serikat, lebih dari 42% kematian di New York City mengalami obesitas. Dalam kasus ini, orang gemuk lebih mungkin tertular Covid-19.

“Orang gemuk memiliki lemak tubuh di mana-mana, dan ada banyak lemak di jantung dan perut. Jadi ketika” dia terinfeksi Covid-19, sulit bernapas karena paru-parunya kecil karena jantungnya tertutup lemak. Kanal YouTube BNPB mengutip Gaga, Kamis (09/01/2020) .

Bacaan: Warga Temanggung di Kondangan, Cirebon Zhengguan Sepeninggal 21 Orang – Bacaan: Sedikit Diketahui, Ini 5 Tanda Kita Sudah Lama Terinfeksi Virus Corona — Bacaan: Anak Lampung (Lampung) Diduga Tertular dari Ayahnya Virus Corona dari Palembang

Bacaan: Kasus Melonjak, Pakar Mundur: Laporan Lucht “Managing Corona” berlangsung selama dua minggu

Bacaan: Saya uji standar WHO Covid-10, ini Kelompok yang dikenal sebagai stigma paling negatif untuk corona-Gaga menjelaskan bahwa untuk menghindari paparan Covid-19, orang-orang tersebut perlu mengubah gaya hidup dan kebiasaan, serta makan sehat. -Hindari gula, Berupa makanan, permen dan coklat, selain bumbu masak, sebaiknya hindari juga makanan manis.Selain itu, hindari juga makanan yang berbahan dasar tepung terigu, pati atau tepung beras. Dijelaskannya hal ini merupakan peningkatan gula darah. Kebanyakan dan mempromosikan kegemukan. Gaga juga menjelaskan bagaimana pola makan obesitas yang sehat meliputi tiga kali makan teratur sehari.

Diet teratur tiga kali, dapat menjaga kebutuhan nutrisi utama dan 80% kebutuhan nutrisi tubuh. Sangat puas.

Tinggalkan Balasan