2020-10-31 |  Lifestyle

Laporan reporter Tribunnews.com Apfia Tioconny Billy-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM menyebut anak-anak saja sudah terbiasa bermain sendiri dan punya usaha sendiri, sehingga sulit berkomunikasi dan berbagi. -Untuk menghilangkan stigma ini, psikolog Anna Surti Ariani, S.Psi. , M.Sc., Psi membagikan beberapa teknik menarik untuk melatih anak tunggal bersosialisasi dengan baik. Dan pilihlah permainan yang akan menimbulkan interaksi dengan anak, seperti bermain dokter dan sabar.

Dengan cara ini, anak ingin berbicara, dan respon anak terus ingin berinteraksi dengan orang lain. “Tingkatkan keterampilan sosial melalui bermain, bermain dengan orang tua yang perlu berinteraksi, mengajak anak menjadi pasien orang tua, dan menjadi dokter yang mengarah pada komunikasi dua arah,” kata Anna dalam siaran langsung Paddle Pop, Rabu (22/7/2020). ). inya

Membaca: Presiden Jokovy: Anak-anak harus bersemangat untuk pergi ke sekolah dan bermain

Kemudian mengemukakan situasi konflik ketika bermain dengan anak-anak, seperti berdebat tentang harta benda atau berpura-pura berbicara buruk dengan anak, lalu bertanya kepada anak bagaimana menanggapinya Konflik dan dengarkan kata-kata kasar seseorang.

Belajar melalui cara bermain yang menyenangkan, anak tunggal akan terbiasa menghadapi konflik, dan dengan demikian tahu bagaimana menghadapi berbagai kondisi sosial. Anna menyimpulkan: “Pertama, temukan ide anak-anak untuk menghadapi konflik, dan beri tahu mereka bagaimana memastikan bahwa anak-anak siap saat mereka bermain di dunia nyata.”

Tinggalkan Balasan