2020-07-08 |  Lifestyle

Reporter Tribunnews.com Apfia Tioconny Billy melaporkan-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Sejak kemunculan pandemi virus koronal (covid-19), kegiatan pembelajaran yang biasanya dilakukan di sekolah-sekolah telah ditransfer ke sistem online rumah bersama keluarga.- — Pada tahun ajaran baru, metode pembelajaran online tampaknya terus berlanjut, dan tahun ajaran baru akan dimulai pada pertengahan Juli 2020, karena jumlah kasus kovid-19 masih meningkat.

Direktur penelitian Yayasan Pendidikan Mulia Bakti (YPMB) Kristina bahkan menyebutkan bahwa manfaat pembelajaran online jauh melebihi kesenjangan.

“Dalam pandemi ini, belajar melalui sistem online selalu yang terbaik. Waktu berlalu dan Anda tidak dapat melihat ke belakang. Penelitian menunjukkan bahwa manfaat untuk anak-anak lebih penting daripada kerugiannya,” kata Christina. . Pernyataan tertulis, Kamis (2/7/2020).

Sistem pembelajaran online pertama dapat membuat disiplin perilaku anak tertib, karena melalui pembelajaran online di rumah dapat melakukan kegiatan rutin sehari-hari untuk mengerjakan pekerjaan rumah. — “Anak-anak dapat mempertahankan sikap bertanggung jawab ketika diminta mengerjakan pekerjaan rumah guru. Karena itu, hindari kemalasan dan ketidakpedulian dalam pandemi jangka panjang,” kata Christina. — Kedua studi keluarga dapat mempertahankan perkembangan otak anak-anak dan mempertahankan produktivitas dengan membentuk akar di sel-sel otak.

Jika Anda terus meningkatkan otak anak Anda melalui pembelajaran online baru, kecerdasan anak akan terus berkembang sesuai dengan usia mereka. Christina mengatakan: “Perkembangan kecerdasan anak-anak diciptakan melalui interaksi sehari-hari yang kompleks daripada kegiatan akademik. “

Baca: Kisah anak-anak yang berkelahi di pedalaman Aceh Dem Saya sedang belajar online, saya harus naik gunung

Membaca: Kisah seorang istri yang viral menyediakan kebutuhan sehari-hari untuk suaminya dan belajar cara memasak sendiri — -Di sekolah online, anak-anak dapat tetap bahagia karena mereka selalu dapat berinteraksi dengan guru dan teman-temannya secara online, tetapi selalu selama masa belajar mereka.

Akhirnya, pembelajaran online membuat orang tua anak-anak lebih lengket, karena orang tua paling mampu membantu anak-anak mereka saat belajar di rumah.

Meskipun untuk orang tua, membaca di rumah cukup melelahkan, tetapi untuk anak-anak, mereka merasakan perhatian orang tua mereka. Christina menyimpulkan: “Tanpa pandemi, kenangan indah belajar dengan orang tua setiap hari pasti tidak akan ada.”

Tinggalkan Balasan