2020-10-25 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Menpora Zainudin Amali berharap para pejabat olah raga tradisional baik di pemerintahan maupun kelompok masyarakat terus mengembangkan olah raga tradisional yang menjadi warisan budaya bangsa seluruh masyarakat, khususnya generasi muda milenial. Menpora mengatakan pada acara pembukaan Webinar Pelatihan Perilaku Tradisional Remaja yang diadakan di kantor Kemenpora di Senayan, Jakarta: “Tantangan yang kita hadapi adalah bagaimana kita memobilisasi dan bersama-sama meyakinkan masyarakat kita, terutama generasi milenial, untuk memahami dan mencintai milik kita sendiri. Olahraga tradisional. “7 Februari 2020) pagi. Mampola mencontohkan negara dengan olah raga tradisional yang telah menyelenggarakan olah raga tradisional di tingkat regional dan internasional.

“Tradisi yang tergolong olahraga tradisional dan kita harus terus berkembang, apalagi anak muda kita mencintai dan mencintai mereka, jangan sampai olahraga ini. Tradisi kita hanya tinggal kenangan,” ujarnya dalam webinar tersebut. Berbicara tentang “gerakan tradisional milenial”. Mampola juga mengirimkan pesan khusus kepada para duta besar yang berkunjung ke Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk mempromosikan, senam dan memajukan olahraga tradisional khususnya Pencak Sirat di berbagai negara. Menpora mengatakan: “Tuan rumah Olimpiade tahun 2032 mendatang. Ketua Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga Nasional (PPPON) Tri Winarno menyampaikan tujuan diadakannya webinar ini, yaitu meningkatkan kemampuan generasi muda dalam mengembangkan olahraga tradisional. Aktivis dapat mengajak mahasiswa Lakukan senam tradisional bersama masyarakat dan jadikan olah raga tradisional sebagai produk budaya bangsa yang sangat diperlukan untuk dikembangkan dan ditingkatkan. “Hasil yang diharapkan adalah terciptanya generasi muda yang memimpin olah raga tradisional. Anak muda tersebut merupakan olah raga tradisional tradisional bangsa Indonesia. Hasil yang diharapkan dari kekayaan budaya bangsa adalah meningkatkan prestasi para pelaku dan atlet olahraga tradisional sehingga mampu membina olahraga tradisional secara besar-besaran secara nasional. Webinar ini diikuti oleh 400 peserta dari kalangan pemuda, organisasi olahraga dan pemerintah. Wakil Ketua Komite X DPR RI, juga jajaran direksi FORMI Hetifah Sjaifudian, dan Zaini Alif, ketua Komite Permainan Populer dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI), Ayi Rahmat, Wakil Ketua KPOTI Pusat, dan Aris Subiyono, Wakil Ketua Panitia Olahraga Tradisional dan Layanan Khusus. (*)

Tinggalkan Balasan